BGN Buka Kolaborasi Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

  • 06 Agt 2026 07:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BGN membuka kolaborasi luas untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
  • Pertemuan membahas tata kelola, gizi, keamanan pangan, dan sinergi lintas kementerian.
  • BGN akan membangun forum konsultasi berkelanjutan bersama pakar, akademisi, dan pelaku industri.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) membuka ruang dialog dan kolaborasi luas untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut difokuskan melalui penyempurnaan tata kelola, keamanan pangan, serta pelibatan berbagai pemangku kepentingan.

Pembahasan program mencakup penyusunan menu, pemenuhan kebutuhan gizi, standar higiene, sanitasi, dan sinergi lintas kementerian. BGN juga menjadikan seluruh masukan sebagai dasar penyempurnaan kebijakan serta operasional layanan bagi seluruh penerima manfaat.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyampaikan komitmen tersebut setelah berdiskusi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Jakarta. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Kesehatan pada Rabu, 5 Agustus 2026, bersama jajaran kementerian dan para pakar.

"Kami ingin lebih banyak, lebih banyak mendapatkan input, masukan, dan juga melibatkan berkolaborasi dengan banyak pihak. Memang kita harus akui bahwa banyak sekali pihak yang memang concern dan sayang sama program MBG ini," ujar Sudaryono.

Pertemuan itu membahas berbagai aspek pelaksanaan MBG secara menyeluruh untuk mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan program nasional. Pembahasan meliputi tata kelola, penyusunan menu, kebutuhan gizi, keamanan pangan, serta pelibatan tenaga ahli gizi.

"Banyak sekali masukan yang kami terima, banyak hal ya, dari mulai porsi, dari mulai 3T, kemudian dari mulai keamanan supaya nggak keracunan seperti apa, kemudian dari mulai bagaimana pelibatan ahli gizi, bagaimana pelibatan kolaborasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, dan lain-lain," ujarnya.

Sudaryono menyatakan forum diskusi bersama Kementerian Kesehatan dan para pakar akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. BGN juga berencana membangun mekanisme konsultasi berkesinambungan untuk mendukung evaluasi dan penyempurnaan program secara konsisten.

Ia juga membuka kesempatan kepada kalangan akademisi, praktisi, serta pelaku industri jasa boga memberikan berbagai masukan. Pelibatan berbagai pihak diharapkan menghasilkan perbaikan kebijakan dan operasional Program MBG berdasarkan pengalaman serta kompetensi masing-masing.

"Saya sendiri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional membuka diri untuk bisa mendapatkan inputan dari siapapun, ahli termasuk juga saya rencana ada beberapa chef, ya kemudian ada juga industri-industri catering lah misalnya gitu, bagaimana kita ingin banyak dapat insight gitu, sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan yang memang kita perlukan kedepannya," ucap Sudaryono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....