Melawan Stigma, Atlet Disabilitas NTT Berprestasi

  • 11 Feb 2026 09:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Stigma sosial masih menjadi tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas di berbagai daerah, termasuk di Nusa Tenggara Timur. Namun, anggapan bahwa disabilitas identik dengan keterbatasan terus dipatahkan oleh atlet-atlet disabilitas NTT yang mampu menorehkan prestasi di berbagai ajang olahraga.

Di bawah pembinaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) NTT, para atlet disabilitas menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan latihan disiplin dan mental juara, mereka mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional.

Ketua NPC NTT, Victor Haning, dalam obrolan AKAMSI PRO 4 RRI Kupang, Rabu, 11 Februari 2026, mengatakan perjuangan atlet disabilitas tidak hanya soal mengejar medali, tetapi juga melawan stigma yang masih kuat di tengah masyarakat.

“Atlet disabilitas selama ini sering dipandang dengan rasa iba. Padahal yang mereka butuhkan adalah penghargaan atas kemampuan dan kesempatan yang setara,” ujar Victor Haning.

Ia menegaskan, setiap prestasi yang diraih atlet disabilitas membawa pesan penting bagi publik.

“Medali memang penting, tetapi yang lebih utama adalah perubahan cara pandang masyarakat terhadap disabilitas,” ujarnya.

Selain stigma sosial, keterbatasan fasilitas dan dukungan pembinaan masih menjadi tantangan bagi atlet disabilitas di NTT. Meski demikian, semangat para atlet tidak surut berkat dukungan keluarga, pelatih, dan lingkungan sekitar.

“Dengan dukungan yang konsisten, atlet disabilitas di NTT memiliki potensi besar untuk bersaing di level yang lebih tinggi,” kata Victor Haning. NPCI NTT berharap prestasi atlet disabilitas dapat mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih serius menciptakan lingkungan yang inklusif.

“Kami ingin atlet disabilitas dilihat sebagai subjek yang berprestasi, bukan objek belas kasihan,” ucapnya. Melalui olahraga, atlet disabilitas NTT tidak hanya mengukir kemenangan di arena pertandingan, tetapi juga membuka ruang dialog tentang kesetaraan dan penghargaan bagi penyandang disabilitas. (TT)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....