Simak Jadwal hingga Ruas Pembatasan Angkutan Barang Jelang-Usai Lebaran 2026
- 13 Mar 2026 12:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah akan mulai memberlakukan pembatasan operasional angkutan barang menjelang arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Idulfitri.
Pembatasan operasional tersebut berlaku pada sejumlah ruas jalan tol dan jalan nasional di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus meminimalkan potensi kecelakaan selama masa arus mudik dan balik Lebaran.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui media sosial instagram resminya @kementerianpu mengumumkan pembatasan operasional angkutan barang saat Lebaran 2026. Kebijakan ini berlaku mulai Jumat, 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 00.00 WIB.
Pembatasan operasional ini menyasar sejumlah kendaraan angkutan barang dengan kategori tertentu. Jenis kendaraan yang dikenakan pembatasan operasional antara lain sebagai berikut:
- Mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih
- Mobil barang dengan kereta tempelan
- Mobil barang dengan kereta gandengan
- Mobil barang yang mengangkut hasil galian seperti tanah, pasir, dan batu
- Mobil barang yang mengangkut hasil tambang
- Mobil barang yang mengangkut bahan bangunan seperti besi, semen, dan kayu
Kebijakan pembatasan operasional ini berlaku pada sejumlah ruas jalan tol strategis di berbagai wilayah Indonesia. Ruas tersebut mencakup sejumlah jalan tol jalur trans Jawa hingga Sumatra, di antaranya:
1. Sumatra
- Pekanbaru - Kandis - Dumai
- Betung (Sp. Sekayu) - Tempino - Jambi (segmen Bayung Lencir - Tempino - Sp. Ness)
- Bakauheni - Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung - Palembang
2. DKI Jakarta
- Jakarta Outer Ring Road I (JORR)
- Prof. Dr. Ir. Soedijatmo
- Tol Dalam Kota (Cawang-Tomang-Pluit) dan (Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan 3 Tiga/Pluit)
3. DKI Jakarta – Banten
Jakarta - Tangerang – Merak
4. DKI Jakarta – Jawa Barat
- Jakarta – Bogor – Ciawi (Jagorawi)
- Ciawi – Sukabumi (seksi Cigombong – Cibadak)
- Bekasi – Cawang – Kampung Melayu
- Jakarta – Cikampek
5. Jawa Barat
- Cikampek – Purwakarta – Pandalarang – Cileunyi
- Cikampek – Palimanan – Kanci
- Jakarta – Cikampek II Selatan segmen Sadang – Setu (Fungsional)
- Cileunyi – Sumedang – Dawuan
- Bogor Ring Road
6. Jawa Barat – Jawa Tengah
Kanci – Pejagan
7. Jawa Tengah
- Pejagan - Pemalang - Batang - Semarang
- Krapyak - Jatingaleh - Srondol
- Jatingaleh - Muktiharjo
- Semarang - Solo - Ngawi
- Semarang - Demak (seksi Sayung - Demak)
- Yogyakarta - Solo - NYIA Kulon Progo (segmen Kartasura - Klaten - Prambanan) dan (segmen Prambanan – Purwomartani) (Fungsional)
- Yogyakarta - Bawen (seksi Ambarawa - Bawen) (Fungsional)
8. Jawa Timur
- Ngawi - Kertosono - Mojokerto - Surabaya - Gempol - Pandaan - Malang
- Surabaya - Gresik
- Gempol - Pasuruan - Probolinggo
- Probolinggo - Banyuwangi (Segmen Gending - Kraksaan - SS Paiton - Besuki) (fungsional)
Selain ruas jalan tol, pembatasan operasional angkutan barang juga diberlakukan pada sejumlah ruas non-tol atau jalan nasional. Jalur tersebut merupakan rute utama yang kerap digunakan masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran, seperti:
1. Sumatra Utara
- Bts. Provinsi Aceh - Medan - Sei Rampah - Bts Riau
- Medan - Berastagi
- Pematang Siantar - Parapat Simalungun - Porsea - Balige
2. Riau
- Bts. Sumatra Utara / Riau - Pekanbaru - Bts Riau / Jambi
- Pekanbaru - Bangkinang Bts. Riau / Sumatra Barat
3. Jambi dan Sumatra Barat
- Jambi - Tebo - Dharmasraya - Padang
- Padang - Bukittinggi - Bts. Riau / Sumatera Barat
- Bts. Riau / Jambi - Jambi - Bts. Jambi / Sumatra Selatan (Sumsel)
4. Jambi - Sumatra Selatan - Lampung
- Bts. Jambi / Sumsel - Palembang Bts. Sumsel / Lampung - Bujung Tenuk - Bandar Lampung - Bakauheni
- Bts. Jambi / Sumsel Palembang Bts. Sumsel / Lampung - Bujung Tenuk - Sukadana - Bakauheni
5. DKI Jakarta - Banten
Jakarta - Tangerang - Cilegon - Merak
6. Banten
- Merak - Lingkar Selatan Cilegon - Anyer - Labuhan
- Jalan Raya Merdeka - Jalan Raya Gatot Subroto
- Serang - Pandeglang - Labuhan
7. DKI Jakarta - Jawa Barat
Jakarta - Bekasi - Cikampek - Cirebon
8. Jawa Barat
- Bandung - Nagreg - Tasikmalaya - Banjar
- Nagreg - Kadungora - Leles - Garut
- Bandung - Sumedang - Majalengka - Cirebon
- Bogor - Ciawi - Sukabumi - Bandung
- Ciawi - Cisarua - Puncak - Cianjur
- Padalarang - Gadog - Bangkong - Cimahi
- Karawang - Subang - Indramayu - Cirebon
- Sukabumi - Pelabuhan Ratu - Tasikmalaya - Banjar (Pantai Selatan Jawa Barat)
- Subang - Lembang - Bandung
9. Jawa Barat - Jawa Tengah
Cirebon - Brebes
10. Jawa Tengah
- Brebes - Pemalang - Batang - Demak
- Pejagan - Tegal - Purwokerto
- Bawen - Magelang - Yogyakarta
- Solo - Klaten - Yogyakarta
- Semarang - Boyolali - Magelang - Yogyakarta
11. Jawa Tengah - Jawa Timur
Solo - Ngawi
12. Yogyakarta
- Yogyakarta - Wates
- Yogyakarta - Sleman - Magelang
- Yogyakarta - Wonosari
- Jalur Jalan Lintas Selatan (Jalan Daendels)
13. Jawa Timur
- Mantingan - Ngawi - Kertosono - Mojokerto - Surabaya - Gempol - Pasuruan - Probolinggo - Situbondo - Banyuwangi
- Probolinggo - Lumajang - Jember - Banyuwangi
- Pandaan - Malang
- Madiun - Caruban - Jombang
- Bulu - Lamongan - Gresik - Surabaya
14. Bali
- Denpasar - Gilimanuk
- Nusa Dua - Denpasar
15. Kalimantan Tengah
- Palangka Raya - Pulang Pisau - Kapuas - Bts. Kalimantan Selatan
- Palangka Raya - Sampit - Pangkalan Bun
- Buntok - Palangka Raya
- Tamiyang Layang - Bts. Kalimantan Selatan
- Sei Hanyo - Bawan - Bukit Liti - Palangka Raya
Kementerian PU juga mengimbau pelaku usaha logistik menyesuaikan jadwal distribusi barang sebelum masa pembatasan berlaku. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas pada jalur utama selama periode mudik.
Selain itu, pemerintah turut menyiapkan sejumlah ruas tol fungsional untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan selama arus mudik. Dengan berbagai langkah tersebut, perjalanan masyarakat diharapkan berlangsung lebih aman dan nyaman menuju kampung halaman.