Infrastruktur Jalan Tol Dipastikan Siap Dukung Arus Balik Lebaran 2026
- 29 Mar 2026 01:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan kondisi infrastruktur jalan tol baik dan siap mendukung kelancaran arus balik Lebaran 1447 Hijriah.
- Pemerintah menegaskan komitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi para pengguna jalan di berbagai ruas utama.
- Jasa Marga memastikan kesiapan infrastruktur, petugas operasional, armada layanan, serta fasilitas pendukung lainnya dalam kondisi optimal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan kondisi infrastruktur jalan tol baik dan siap mendukung kelancaran arus balik Lebaran 1447 Hijriah. Pemerintah menegaskan komitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi para pengguna jalan di berbagai ruas utama.
Dody menyampaikan, kualitas infrastruktur terus dijaga terutama di tengah curah hujan yang masih tinggi. Perbaikan jalan tol disebut telah rampung sebelum H-10 Lebaran sehingga siap digunakan selama periode arus balik.
“Kami memastikan jalan tol siap digunakan, khususnya dari sisi kualitas. Perbaikan telah diselesaikan sebelum H-10 Lebaran,” ujar Dody dalam keterangan di Jakarta, Sabtu 28 Maret 2026.
Dalam rangka kesiapan tersebut, Dody bersama Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono meninjau kondisi infrastruktur di Gerbang Tol Kalikangkung, Jalan Tol Batang–Semarang. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan arus balik Idul Fitri berjalan terkendali dengan dukungan jalan tol yang aman dan nyaman.
Menurut Dody, curah hujan tinggi, meningkatnya volume lalu lintas. Serta masih ditemukannya kendaraan angkutan barang yang melintas saat masa pembatasan berpotensi menimbulkan kerusakan seperti lubang.
Karena itu, ia menginstruksikan perbaikan segera dilakukan maksimal dalam waktu 1x24 jam apabila ditemukan kerusakan. Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan arus balik saat ini terpantau ramai lancar.
Setelah puncak arus balik pada 24 Maret 2026 berhasil diantisipasi, peningkatan arus pada 28–29 Maret diyakini dapat dikelola lebih baik. Hal ini dilakukan bersama para pemangku kepentingan.
Ia memastikan seluruh ruas Jasa Marga Group siap melayani masyarakat. Khususnya, pengguna jalan yang kembali ke Jakarta pada periode arus balik kedua 28–29 Maret 2026.
“Dengan dukungan layanan dan infrastruktur yang optimal, kami berupaya menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, lancar, dan berkeselamatan selama di jalan tol,” katanya. Atas diskresi Kepolisian, Jasa Marga juga mendukung penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow.
Kebijakan tersebut ditetapkan berdasarkan pemantauan lalu lintas melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) dan laporan petugas lapangan. Khususnya, pada jalur menuju Jakarta dari arah Tol Batang–Semarang, Tol Semarang ABC, Tol Semarang–Solo, hingga Tol Solo–Ngawi.
Selain rekayasa lalu lintas, kesiapan infrastruktur dan fasilitas rest area menjadi fokus utama. Evaluasi dan penataan rest area terus dilakukan dari sisi pengaturan arus maupun kapasitas.
Pengguna jalan juga diimbau memanfaatkan rest area alternatif di sekitar akses keluar tol sepanjang Tol Trans Jawa. Mulai dari Tol Semarang–Solo KM 444 hingga Tol Jakarta–Cikampek KM 72, sebagai pilihan ketika rest area utama mengalami kepadatan.
Berdasarkan data hingga Jumat (27/3), tercatat sekitar 2,5 juta kendaraan atau 75 persen dari proyeksi 3,39 juta kendaraan telah kembali menuju wilayah Jabotabek. Hal ini tercatat selama periode 11–31 Maret 2026.
Jasa Marga memastikan kesiapan infrastruktur, petugas operasional, armada layanan, serta fasilitas pendukung lainnya dalam kondisi optimal. Seluruh ruas tol juga dipastikan bebas dari pekerjaan konstruksi besar selama periode arus mudik dan balik guna menjaga kelancaran perjalanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....