Semarak Hari Pengayoman Ke-81, Kemenkum Sulteng Gelar Bazar Dorong UMKM Kota Palu

  • 09 Agt 2026 19:21 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Palu - Peringatan Hari Pengayoman ke-81 Tahun 2026 di Kota Palu menjadi momentum bagi Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui Bazar UMKM.

Bazar UMKM tersebut digelar di kawasan Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Minggu 9 Agustus 2026 dan dirangkaikan dengan kegiatan Fun Walk yang diikuti jajaran Kemenkum Sulteng, mitra kerja, serta ratusan masyarakat.

Berbagai produk usaha masyarakat ditampilkan dalam bazar tersebut. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, berinteraksi langsung dengan konsumen, sekaligus memperluas peluang pemasaran.

Antusiasme masyarakat yang mengikuti Fun Walk membuat kawasan kegiatan tidak hanya menjadi tempat berolahraga dan bersilaturahmi. Area tersebut juga menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.

Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, mengatakan pelibatan UMKM dalam rangkaian Hari Pengayoman merupakan upaya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kita ingin peringatan Hari Pengayoman tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Ada manfaat lain yang bisa kita hadirkan, salah satunya dengan memberikan ruang kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka. Dengan banyaknya masyarakat yang hadir, kami berharap kesempatan ini bisa membantu pelaku usaha mendapatkan konsumen sekaligus memperluas jaringan,” ujar Rakhmat.

Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha perlu dilakukan melalui kerja sama dan pemberian ruang promosi.

“UMKM merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi masyarakat. Mereka membutuhkan ruang untuk memperkenalkan produk dan mendapatkan akses pasar. Pemerintah dan berbagai pihak dapat ikut mendukung dengan membuka ruang promosi, membangun kolaborasi dan membantu memberikan pemahaman yang dibutuhkan pelaku usaha agar usahanya bisa terus berkembang,” jelasnya.

Selain menjadi tempat pemasaran, bazar juga menjadi sarana memperkenalkan beragam produk lokal kepada masyarakat. Produk yang ditampilkan mencerminkan potensi usaha masyarakat dan ekonomi kreatif yang terus berkembang di Kota Palu dan Sulawesi Tengah.

Rakhmat mengatakan dukungan terhadap UMKM tidak hanya berkaitan dengan pemasaran. Pelaku usaha juga perlu memahami aspek hukum yang dapat mendukung keberlangsungan usaha, termasuk perlindungan Kekayaan Intelektual.

“Pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan tempat untuk berjualan. Mereka juga perlu memahami bagaimana melindungi usaha dan produk yang sudah mereka bangun. Karena itu, kami terus memberikan edukasi mengenai Kekayaan Intelektual, termasuk pentingnya melindungi merek, karya dan inovasi. Ketika produk sudah berkembang, perlindungan hukum juga menjadi bagian penting yang tidak boleh dilupakan,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang yang mempertemukan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan mitra kerja dalam suasana yang positif.

“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya ramai pada hari pelaksanaan, tetapi juga memberikan manfaat setelah kegiatan selesai. Semoga pelaku UMKM mendapatkan pelanggan baru, jaringan baru dan semakin percaya diri mengembangkan usahanya. Semangat Pengayoman harus bisa dirasakan melalui kegiatan yang dekat dengan masyarakat dan memberikan dampak nyata,” pungkas Rakhmat.

Bazar UMKM dalam rangkaian Fun Walk Hari Pengayoman ke-81 menjadi salah satu bentuk komitmen Kanwil Kemenkum Sulteng dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat dan pelaku usaha.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menambah semarak peringatan Hari Pengayoman, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM untuk berkembang dan memperluas pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....