Pengrajin Rotan Palu Didorong Lindungi Desain Industri
- 31 Jul 2026 01:07 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Palu - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) terus memperkuat perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) bagi pelaku ekonomi kreatif di daerah. Melalui Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Kanwil Kemenkum Sulteng melaksanakan kunjungan sekaligus edukasi perlindungan Desain Industri kepada pengrajin rotan lokal, Kamardin, di rumah usahanya di Kota Palu, Rabu 29 Juli 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya pelaku usaha kreatif, akan pentingnya perlindungan hukum terhadap hasil karya melalui skema Kekayaan Intelektual, terutama Desain Industri.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng), Rakhmat Renaldy, mengatakan bahwa perlindungan Desain Industri merupakan langkah strategis untuk menjaga nilai ekonomi dan daya saing produk-produk kreatif lokal.
"Sulawesi Tengah memiliki potensi rotan yang sangat besar dan menjadi salah satu daerah penghasil rotan terbaik di Indonesia. Potensi ini harus dibarengi dengan perlindungan hukum terhadap desain-desain kreatif yang dihasilkan para pengrajin agar tidak mudah ditiru atau dimanfaatkan pihak lain tanpa izin," ujar Rakhmat Renaldy.
Ia menegaskan, Kanwil Kemenkum Sulteng berkomitmen memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha agar karya-karya yang memiliki nilai estetika dan kebaruan dapat memperoleh perlindungan Desain Industri secara optimal.
"Perlindungan Kekayaan Intelektual bukan hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat daya saing usaha, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku ekonomi kreatif di Sulawesi Tengah," tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual berdialog langsung dengan Kamardin yang telah menggeluti usaha kerajinan rotan selama lebih dari dua dekade. Berbagai produk yang dihasilkannya antara lain kursi, meja, keranjang, hiasan, hingga beragam produk kerajinan lainnya yang seluruh proses pembuatannya masih dilakukan secara manual menggunakan rotan asli asal Sulawesi Tengah.
Sebagai salah satu sentra penghasil rotan terbesar di Indonesia, Sulawesi Tengah memiliki sekitar 53 jenis rotan yang tumbuh secara alami. Dari jumlah tersebut, terdapat tujuh jenis rotan bernilai komersial tinggi, yakni rotan Tohiti, Batang, Lambang, Noko, Dato, Darmasin, dan Pulut. Kekayaan sumber daya alam tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan industri kerajinan rotan yang berdaya saing.
Selama menjalankan usahanya, Kamardin terus berinovasi dengan menciptakan berbagai desain kursi yang modern dan memiliki karakteristik khas. Beragam hasil karyanya telah dipamerkan dalam berbagai pameran tingkat daerah maupun nasional. Sebagian desain yang dihasilkannya bahkan telah memperoleh sertifikat Desain Industri.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah desain baru yang belum didaftarkan sehingga memerlukan perlindungan hukum. Oleh karena itu, dalam kegiatan tersebut tim memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan Desain Industri sebagai instrumen hukum yang melindungi tampilan estetika suatu produk dari penggunaan tanpa izin oleh pihak lain.
Selain memberikan pemahaman mengenai manfaat perlindungan hukum, tim juga melakukan pendampingan awal terkait persyaratan dan mekanisme pendaftaran Desain Industri terhadap karya-karya yang belum memperoleh perlindungan.
Ke depan, Kanwil Kemenkum Sulteng akan terus melakukan pendampingan hingga seluruh desain yang memenuhi persyaratan dapat didaftarkan dan memperoleh perlindungan hukum. Selain itu, kegiatan serupa akan diperluas kepada pengrajin rotan dan pelaku usaha kreatif lainnya di berbagai daerah di Sulawesi Tengah agar semakin banyak karya inovatif yang terlindungi melalui sistem Kekayaan Intelektual.
Melalui langkah tersebut, Kanwil Kemenkum Sulteng berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual semakin meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....