Gubernur Maluku Salurkan Santunan bagi Korban Bentrok Matraman

  • 31 Jul 2026 13:35 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyalurkan santunan kepada korban bentrok yang terjadi di kawasan Matraman, Jakarta, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Maluku terhadap masyarakat Maluku di perantauan. Bantuan diserahkan melalui Kepala Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Maluku di Jakarta, Saiful Indra Patta, kepada salah satu korban yang masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), pada Kamis, 30 Juli 2026.

Santunan tersebut diterima orang tua korban, Agustina Soumokil dan Fritz Soumokil, mewakili putra mereka, David Soumokil, yang masih menjalani perawatan. Keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Gubernur Maluku yang dinilai membantu meringankan biaya pengobatan dan kebutuhan medis korban.

Pemerintah Provinsi Maluku juga memastikan santunan akan diberikan kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Maluku di Jakarta telah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk menindaklanjuti proses penyerahan bantuan tersebut.

Melalui kesempatan itu, Hendrik Lewerissa menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta mendoakan korban yang masih menjalani perawatan agar segera pulih.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku dan masyarakat Maluku, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan, serta kesembuhan yang segera bagi saudara kita yang sedang menjalani perawatan," ujar Gubernur.

Bukan Karena Nasi Uduk

Diketahui, polisi telah menegaskan bentrokan ini bukan dipicu oleh masalah pembayaran nasi uduk seperti isu yang sempat viral di media sosial. Berdasarkan kronologi yang dihimpun kepolisian,

nsiden ini bermula pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB., ketika dua orang pengendara motor melintas di depan gerobak nasi uduk kawasan Matraman Dalam sambil menggeber-geber gas motor mereka hingga menimbulkan suara bising.

Warga setempat yang merasa terganggu lantas menegur kedua pemotor tersebut. Tidak terima ditegur, kedua pemotor pergi lalu kembali lagi membawa sekitar 5 rekannya (kelompok pendatang). Mereka mengamuk dan merusak gerobak jualan warga serta lapak UMKM di lokasi.

Warga Matraman Dalam yang tidak terima lapaknya dirusak akhirnya melakukan perlawanan. Konflik pun meluas hingga ke Jalan Tambak dalam bentuk aksi saling lempar batu dan pengeroyokan. Kejadian ini mengakibatkan satu orang pemuda berinisial K (23) tewas dan satu lainnya luka kritis.

Klaster Tersangka dan Penahanan

Penyidik membagi kasus ini ke dalam dua klaster perkara pidana, yakni klaster perusakan sarana UMKM dan klaster pengeroyokan. Rincinya:

Pertama, klaster perusakan sarana UMKM (gerobak), tersangka: 4 orang dari kelompok pendatang (luar Matraman), masing-masing berinisial GNA, AJL, FAM, dan ELL Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas aksi perusakan fasilitas usaha.

Kedua, klaster pengeroyokan yang menyebabkan kematian, tersangka: 3 orang dari kelompok warga Matraman, masing-masing berinisial SK, AS, dan OR. Mereka ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan yang mengakibatkan korban pemuda berinisial K meninggal dunia.

Para tersangka yang ditahan dititipkan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya untuk mempermudah proses investigasi bersama (joint investigation) dengan Polres Jakarta Pusat. Polisi juga menyatakan masih terus mendalami rekaman CCTV dan saksi-saksi karena tidak menutup kemungkinan adanya tersangka tambahan.

Situasi di lokasi saat ini sudah dijaga ketat oleh aparat gabungan TNI-Polri dan berangsur kondusif

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....