Tes Air Liur Ungkap Risiko Penyakit Lebih Dini
- 25 Jun 2026 14:48 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Berbagai gangguan kesehatan seperti diabetes, kolesterol tinggi, hingga perlemakan hati kerap berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Akibatnya, banyak orang baru menyadari kondisi tersebut setelah memasuki tahap yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis intensif.
Kini, perkembangan teknologi kesehatan menghadirkan pendekatan yang lebih personal melalui pemeriksaan panel nutrigenomik. Pemeriksaan ini dapat membantu mengidentifikasi kecenderungan biologis seseorang terhadap berbagai risiko penyakit serta proses penuaan sejak dini.
Dilansir dari Kompas.com, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Evania Astella Setiawan, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K, menjelaskan bahwa panel nutrigenomik mampu memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan yang berpotensi muncul berdasarkan faktor genetik yang dimiliki seseorang.
Menurutnya, banyak penyakit metabolik berkembang dalam waktu yang lama tanpa disadari. Ketika gejala mulai muncul, kondisi tersebut sering kali sudah berada pada tahap yang memerlukan perhatian lebih serius.
Tidak hanya membantu menentukan pola makan yang sesuai, panel nutrigenomik juga dapat memberikan informasi terkait risiko penyakit, kemampuan detoksifikasi tubuh, hingga kecenderungan proses penuaan. Dengan demikian, seseorang dapat mengambil langkah pencegahan lebih awal melalui perubahan gaya hidup dan pola nutrisi yang lebih tepat.
Salah satu aspek yang dapat dianalisis melalui pemeriksaan ini adalah metabolisme karbohidrat. Hasil tes dapat menunjukkan bagaimana tubuh merespons asupan makanan yang memengaruhi kadar gula darah, termasuk sensitivitas insulin, sistem penghargaan terhadap makanan, serta kemampuan tubuh dalam mengangkut glukosa.
Informasi tersebut dinilai penting karena dapat membantu tenaga kesehatan menyusun rekomendasi nutrisi yang lebih personal sesuai karakteristik biologis masing-masing individu. Pendekatan ini dianggap lebih efektif dibandingkan saran kesehatan yang bersifat umum.
Selain itu, panel nutrigenomik juga mampu mengukur kemampuan tubuh dalam menghadapi stres oksidatif dan inflamasi. Kedua kondisi tersebut diketahui berperan dalam perkembangan berbagai penyakit kronis sekaligus mempercepat proses penuaan.
Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh melebihi kemampuan sistem pertahanan alami untuk menetralisirnya. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan tubuh.
Menurut dr. Evania, pemahaman mengenai kecenderungan tubuh terhadap inflamasi dan stres oksidatif dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi kesehatan yang lebih efektif dan terarah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa manfaat utama panel nutrigenomik adalah memberikan data yang lebih spesifik mengenai kebutuhan tubuh seseorang. Dengan informasi tersebut, tenaga kesehatan dapat merancang intervensi yang lebih sesuai sehingga hasil yang diperoleh menjadi lebih optimal.
Melalui pendekatan berbasis genetik ini, upaya pencegahan penyakit, pengaturan nutrisi, hingga strategi menjaga kesehatan jangka panjang dapat dilakukan secara lebih personal sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....