Jaga Kesehatan Ginjal, Batasi Makanan dan Minuman Tinggi Garam serta Gula

  • 15 Agt 2026 07:34 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon – Menjaga kesehatan ginjal tidak hanya dilakukan dengan cukup minum air, tetapi juga melalui pola makan sehari-hari. Sejumlah makanan dan minuman yang tinggi garam, gula, serta bahan tambahan perlu dibatasi karena dapat meningkatkan faktor risiko yang berkaitan dengan penyakit ginjal.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menyebutkan bahwa tekanan darah tinggi dan diabetes merupakan sejumlah faktor penting yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal. Karena itu, menjaga pola makan sehat menjadi salah satu langkah untuk membantu melindungi fungsi ginjal.

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah asupan garam atau sodium. Makanan seperti mi instan, makanan cepat saji, daging olahan, makanan kaleng, makanan beku siap saji, keripik, serta berbagai makanan kemasan dapat mengandung sodium dalam jumlah tinggi.

Terlalu banyak sodium dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi. NIDDK merekomendasikan masyarakat secara umum membatasi konsumsi sodium hingga kurang dari 2.300 miligram per hari.

Selain makanan asin, daging olahan seperti ham, sosis, dan produk sejenis juga sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Produk tersebut dapat menjadi sumber sodium yang cukup tinggi. Sebagai alternatif, masyarakat dapat memilih sumber protein yang lebih segar, seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, atau kacang-kacangan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.

Minuman tinggi gula juga perlu dibatasi. Minuman bersoda, teh atau minuman kemasan yang diberi banyak gula, serta minuman manis lainnya dapat meningkatkan asupan gula dan kalori. Konsumsi minuman berpemanis secara berlebihan juga berkaitan dengan faktor risiko seperti diabetes dan tekanan darah tinggi yang dapat berdampak pada kesehatan ginjal.

Minuman berenergi juga sebaiknya tidak dijadikan pilihan sehari-hari. National Kidney Foundation menyebutkan minuman tersebut dapat mengandung kombinasi kafein, gula, sodium, dan bahan tambahan lainnya.

Pilihan yang lebih sederhana untuk menjaga hidrasi adalah air putih. Air membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi, termasuk membantu ginjal membuang zat sisa. Namun, kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda, terutama bagi seseorang yang sudah memiliki gangguan fungsi ginjal dan mendapatkan anjuran pembatasan cairan dari tenaga kesehatan.

Selain membatasi garam dan gula, masyarakat juga dianjurkan lebih banyak memilih makanan segar, seperti buah, sayuran, biji-bijian utuh, serta sumber protein yang sehat. Membaca label kemasan juga penting untuk mengetahui kandungan sodium dan gula sebelum membeli makanan atau minuman.

Meski demikian, pola makan untuk menjaga ginjal tidak selalu sama bagi setiap orang. Seseorang yang sudah mengalami penyakit ginjal dapat memiliki kebutuhan khusus terkait kalium, fosfor, protein, sodium, maupun cairan. Karena itu, pembatasan makanan tertentu sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan tanpa arahan tenaga kesehatan atau ahli gizi.

Dengan membiasakan pola makan seimbang, mengurangi makanan tinggi garam dan gula, memilih minuman yang lebih sehat, serta menjaga kondisi seperti tekanan darah dan gula darah tetap terkendali, masyarakat dapat membantu menjaga kesehatan ginjal dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....