Tren Gelas Tembaga, Benarkah Airnya Memberikan Manfaat Bagi Kesehatan?

  • 08 Agt 2026 21:51 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Penggunaan gelas tembaga belakangan semakin populer sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Banyak orang percaya bahwa minum air dari wadah berbahan tembaga dapat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh.

Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya terbukti secara ilmiah. Meski tubuh membutuhkan tembaga dalam jumlah kecil, konsumsi tembaga secara berlebihan justru dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Tradisi minum menggunakan wadah tembaga sebenarnya bukan hal baru. Kebiasaan tersebut telah dikenal dalam ayurveda, sistem pengobatan tradisional asal India. Dalam tradisi tersebut, air yang disimpan dalam wadah tembaga dipercaya lebih murni dan memiliki manfaat bagi kesehatan.

Tembaga memang diketahui memiliki sifat antimikroba. Material tersebut dapat membantu membunuh sejumlah mikroorganisme berbahaya, termasuk bakteri seperti E. coli dan Salmonella.

Meski demikian, klaim bahwa minum air dari gelas tembaga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu pencernaan, atau meningkatkan penyerapan zat besi belum memiliki bukti kuat.

Ahli diet dan nutrisi dari Frances Stern Nutrition Center, Tufts Medical Center, Boston, Sandra Zhang, mengatakan sebagian besar masyarakat sebenarnya telah memperoleh cukup asupan tembaga melalui makanan sehari-hari.

Tembaga sendiri dibutuhkan tubuh, antara lain untuk membantu produksi energi dan pembentukan jaringan. Sumber tembaga dapat diperoleh dari makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, gandum utuh, dan makanan laut.

Ahli farmakologi dan toksikologi dari Michigan State University, Jamie Alan, juga menjelaskan jumlah tembaga yang larut dan terserap dari wadah tembaga umumnya sangat kecil. Karena itu, manfaat kesehatan tambahan dari penggunaan gelas tembaga belum dapat dianggap signifikan.

Salah satu manfaat yang memang didukung oleh penelitian adalah kemampuan tembaga dalam mengurangi keberadaan mikroorganisme pada air berkat sifat antimikrobanya. Namun, hal tersebut tidak berarti air dari gelas tembaga otomatis memberikan berbagai manfaat kesehatan lainnya.

Di sisi lain, penggunaan gelas tembaga juga perlu dilakukan secara bijak. Air yang disimpan terlalu lama di dalam wadah tersebut berpotensi meningkatkan kadar tembaga yang larut ke dalam minuman.

Risiko tersebut dapat meningkat ketika gelas digunakan untuk menyimpan minuman panas atau bersifat asam. Minuman seperti jus jeruk dan kombucha, misalnya, dapat membuat lebih banyak tembaga larut dari wadah, terutama jika dibiarkan dalam waktu lama.

Paparan tembaga berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk kerusakan hati. Gejala yang dapat muncul antara lain nyeri perut, mual, diare, dan muntah.

Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan tidak membiarkan minuman terlalu lama berada di dalam gelas tembaga. Minuman juga sebaiknya segera dikonsumsi dan tidak disimpan berjam-jam di dalam wadah tersebut.

Masyarakat juga perlu memperhatikan jenis gelas yang digunakan. Gelas tembaga yang digunakan untuk minuman tertentu biasanya memiliki lapisan pelindung dari bahan seperti baja tahan karat, nikel, atau timah untuk mengurangi kontak langsung antara tembaga dan minuman.

Selain itu, pilih gelas yang memiliki label food grade sehingga aman digunakan untuk bersentuhan langsung dengan makanan dan minuman. Perawatan gelas juga perlu diperhatikan dengan mencucinya menggunakan tangan dan menghindari penggunaan mesin pencuci piring yang dapat merusak lapisan pelindung.

Kelompok tertentu juga perlu lebih berhati-hati, terutama orang yang memiliki penyakit Wilson. Kondisi langka tersebut membuat tubuh kesulitan mengeluarkan kelebihan tembaga sehingga penggunaan wadah berbahan tembaga perlu mendapat perhatian khusus.

Pada dasarnya, masyarakat masih dapat menggunakan gelas tembaga sesekali selama dilakukan dengan bijak dan tidak menjadikannya sebagai wadah utama untuk minum sepanjang hari.

Dengan demikian, gelas tembaga lebih tepat dipandang sebagai pilihan gaya hidup maupun bagian dari tradisi budaya, bukan sebagai solusi kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah.

Mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga pola hidup sehat tetap menjadi cara utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, termasuk tembaga. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau ragu mengenai keamanan penggunaan gelas tembaga, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....