Konsumsi Suplemen Berlebihan Picu Risiko Gangguan Kesehatan
- 29 Mei 2026 17:13 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Pengakuan Kim Kardashian yang mengonsumsi sekitar 35 suplemen setiap hari menarik perhatian publik. Dalam sebuah podcast, Kim mengaku mengalami “pill fatigue” atau kelelahan akibat terlalu banyak menelan pil setiap hari.
Ia bahkan sempat berhenti mengonsumsi fish oil karena merasa jenuh. Namun setelah menjalani pemeriksaan darah, Kim kembali mengonsumsinya karena hasil tes menunjukkan perubahan kondisi tubuhnya.
Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keamanan konsumsi suplemen dalam jumlah banyak setiap hari.
Suplemen Berlebihan Bisa Berdampak Negatif
Dokter Gizi Klinik dari MRCCC Siloam Hospitals, dr. Inge Permadhi, Sp.GK mengatakan konsumsi suplemen berlebihan tidak selalu membuat tubuh lebih sehat.
Menurutnya, orang dengan pola makan sehat dan seimbang sebenarnya tidak membutuhkan terlalu banyak tambahan suplemen karena kebutuhan vitamin dan mineral tubuh umumnya sudah terpenuhi dari makanan sehari-hari.
Ia menjelaskan, vitamin dan mineral akan bekerja lebih optimal jika diperoleh dari sumber alami seperti sayur, buah, protein, dan makanan bergizi lainnya.
Risiko Penumpukan Vitamin dalam Tubuh
Konsumsi suplemen secara berlebihan juga dapat menyebabkan penumpukan vitamin dalam tubuh, terutama vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K.
Vitamin jenis tersebut tidak mudah dikeluarkan tubuh sehingga dapat tersimpan dalam waktu lama dan berisiko menimbulkan efek toksik apabila dikonsumsi terus-menerus dalam dosis tinggi.
Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi pil setiap hari juga dapat memicu rasa lelah secara mental atau yang dikenal dengan istilah “pill fatigue”.
Jangan Jadikan Suplemen sebagai Jalan Pintas
Dokter mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan suplemen sebagai pengganti pola makan sehat. Pola makan bergizi seimbang tetap menjadi sumber utama pemenuhan nutrisi tubuh.
Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi makanan sehat, cukup minum air, serta rutin beraktivitas fisik dibandingkan bergantung pada suplemen tanpa kebutuhan medis yang jelas.
Suplemen sebaiknya dikonsumsi sesuai kebutuhan tubuh dan berdasarkan anjuran tenaga kesehatan, bukan sekadar mengikuti tren kesehatan di media sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....