Ketupat vs Nasi, Mana yang Lebih Rendah Kadar Gula?

  • 12 Jul 2026 23:21 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Ketupat dan nasi merupakan dua sumber karbohidrat yang sering menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Meski sama-sama berasal dari beras, banyak orang masih bertanya-tanya apakah ketupat memiliki kandungan gula yang lebih rendah dibandingkan nasi putih biasa.

Secara umum, ketupat dan nasi putih memiliki kandungan karbohidrat yang hampir sama. Namun, proses pembuatan ketupat yang direbus dalam anyaman daun kelapa selama beberapa jam membuat teksturnya menjadi lebih padat dan mengandung lebih banyak air. Akibatnya, kandungan karbohidrat per 100 gram ketupat cenderung sedikit lebih rendah dibandingkan nasi putih.

Dalam 100 gram nasi putih matang terdapat sekitar 28 gram karbohidrat, sedangkan 100 gram ketupat mengandung sekitar 20 hingga 23 gram karbohidrat. Perbedaan ini membuat ketupat memiliki beban glukosa yang sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan nasi dalam porsi yang sama.

Meski demikian, bukan berarti ketupat bebas dari risiko meningkatkan kadar gula darah. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, ketupat tetap dapat menyebabkan lonjakan gula darah, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang menjaga kadar gula darah.

Para ahli gizi menyarankan agar masyarakat tidak hanya berfokus pada pilihan antara ketupat atau nasi, tetapi juga memperhatikan porsi makan serta menu pendamping. Mengonsumsi sayuran, lauk berprotein seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, atau tempe dapat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah.

Selain itu, hindari konsumsi berlebihan makanan pendamping yang tinggi gula dan lemak, seperti opor dengan santan kental atau sambal yang mengandung banyak gula. Pola makan seimbang tetap menjadi kunci untuk menjaga kesehatan tubuh.

Jadi, jika dibandingkan dalam porsi yang sama, ketupat memang sedikit lebih rendah kandungan karbohidrat dan beban glukosanya dibandingkan nasi putih. Namun, manfaat tersebut hanya akan terasa jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan diimbangi dengan pola makan sehat serta gaya hidup aktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....