Jangan Berlebihan, Gula Bisa Memengaruhi Kesehatan Mental Anda

  • 05 Jul 2026 13:23 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Makanan dan minuman manis memang kerap menjadi pilihan untuk memperbaiki suasana hati. Namun di balik rasa manis yang memberikan kenikmatan sesaat, konsumsi gula secara berlebihan ternyata dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan, termasuk terhadap kondisi mental seseorang. Karena itu, penting untuk memahami hubungan antara pola konsumsi gula dan kesehatan psikologis agar kualitas hidup tetap terjaga.

Dilansir dari Halodoc, konsumsi gula berlebihan dapat memengaruhi fungsi otak dan keseimbangan zat kimia yang berperan dalam mengatur suasana hati. Meski gula dapat memberikan energi dengan cepat, efek tersebut hanya berlangsung sementara sebelum akhirnya memicu penurunan energi yang drastis. Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa mudah lelah, lesu, hingga emosinya menjadi tidak stabil.

Asupan gula yang terlalu tinggi juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi gula dalam jangka panjang dapat memicu peradangan di dalam tubuh dan otak, yang berpotensi memengaruhi fungsi saraf serta kesehatan emosional seseorang.

Selain itu, konsumsi makanan manis berlebihan dapat menciptakan siklus yang sulit diputus. Ketika kadar gula darah naik, seseorang mungkin merasa lebih bersemangat. Namun setelah kadar gula turun, tubuh akan kembali merasa lemas sehingga muncul keinginan untuk mengonsumsi makanan manis lagi. Siklus tersebut dapat berdampak pada perubahan suasana hati yang berulang.

Untuk membantu mencegah dampak tersebut, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membatasi konsumsi gula tambahan dalam makanan maupun minuman sehari-hari. Mengurangi minuman berpemanis, kue, permen, serta camilan tinggi gula dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Halodoc juga menyarankan agar masyarakat memperbanyak konsumsi makanan bergizi seimbang, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, serta sumber protein tanpa lemak. Pola makan yang kaya nutrisi mampu mendukung fungsi otak sekaligus membantu menjaga kesehatan mental secara keseluruhan.

Di samping menjaga pola makan, gaya hidup sehat seperti tidur yang cukup, rutin berolahraga, mengelola stres, dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan emosi. Jika seseorang mulai merasakan gejala gangguan kesehatan mental yang mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau psikolog menjadi langkah yang tepat.

Menjaga kesehatan mental tidak hanya dilakukan melalui pengelolaan stres, tetapi juga dimulai dari kebiasaan sederhana, termasuk mengontrol konsumsi gula setiap hari. Dengan pola makan yang lebih sehat dan seimbang, risiko berbagai gangguan kesehatan, baik fisik maupun mental, dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....