Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Saluran Cerna Berbahaya
- 29 Mei 2026 17:13 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Banyak orang masih menganggap obesitas hanya berkaitan dengan penampilan atau risiko penyakit jantung dan diabetes. Padahal, kelebihan lemak tubuh juga dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk Kanker Saluran Cerna.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik dari MRCCC Siloam Semanggi, dr. Santi Christiani Gultom, SpPD-KHOM menjelaskan bahwa obesitas merupakan penyakit kronis yang dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pola makan, gaya hidup minim aktivitas fisik, hingga faktor genetik dan lingkungan.
Menurutnya, data menunjukkan terdapat 13 jenis kanker yang berkaitan erat dengan obesitas. Bahkan, overweight dan obesitas diketahui dapat meningkatkan risiko kanker usus hingga hampir 60 persen.
Lemak Tubuh Bisa Memicu Pertumbuhan Sel Kanker
Dr. Santi menjelaskan bahwa jaringan lemak bukan hanya tempat penyimpanan energi, tetapi juga aktif menghasilkan berbagai zat yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker.
Salah satu mekanisme utamanya adalah peradangan kronis. Pada penderita obesitas, jaringan lemak menghasilkan zat proinflamasi yang dapat merusak DNA dan memicu terbentuknya sel abnormal.
Selain itu, obesitas juga dapat menyebabkan resistensi insulin dan meningkatkan kadar hormon tertentu yang berperan dalam pertumbuhan sel kanker.
Kelebihan lemak tubuh juga memengaruhi keseimbangan hormon, meningkatkan stres oksidatif akibat radikal bebas, hingga menurunkan kemampuan sistem imun dalam melawan sel kanker.
Risiko Kanker Saluran Cerna Meningkat
Kondisi obesitas turut memengaruhi kesehatan usus, termasuk perubahan komposisi bakteri baik di saluran cerna. Perubahan ini diduga berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker usus besar dan kanker hati yang kasusnya terus meningkat di berbagai negara.
Para ahli menegaskan bahwa menjaga berat badan ideal menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko kanker.
Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Pencegahan
Pencegahan obesitas dapat dilakukan melalui pola makan sehat, rutin berolahraga, tidur cukup, dan mengurangi konsumsi makanan ultra-proses.
Ahli gizi klinik dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK(K) menyebutkan bahwa penurunan berat badan sebesar 10 persen saja sudah dapat membantu menurunkan risiko kanker yang berkaitan dengan obesitas.
Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan aktif bergerak, masyarakat dapat mengurangi risiko obesitas sekaligus mencegah berbagai penyakit kronis berbahaya di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....