Dermatolog Tekankan Pentingnya Sunscreen untuk Melindungi Kesehatan Kulit
- 31 Jul 2026 09:54 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Paparan sinar matahari merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari. Namun, di balik manfaatnya sebagai sumber vitamin D, sinar ultraviolet (UV) juga dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, mulai dari kulit terbakar, penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga meningkatkan risiko kanker kulit. Karena itu, para ahli dermatologi menekankan pentingnya penggunaan sunscreen sebagai langkah dasar dalam menjaga kesehatan kulit.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), setiap orang, tanpa memandang usia maupun warna kulit, dianjurkan menggunakan sunscreen setiap hari. Organisasi tersebut merekomendasikan sunscreen dengan SPF minimal 30, memiliki perlindungan broad-spectrum terhadap sinar UVA dan UVB, serta water resistant agar perlindungannya lebih optimal. Penggunaan sunscreen secara rutin terbukti membantu mengurangi risiko kanker kulit, mencegah kulit terbakar, serta memperlambat tanda-tanda penuaan dini seperti kerutan dan flek hitam.
Presiden American Academy of Dermatology, Dr. Susan C. Taylor, MD, FAAD, menegaskan bahwa paparan sinar ultraviolet tanpa perlindungan merupakan salah satu penyebab utama kanker kulit yang sebenarnya dapat dicegah. Menurutnya, sunscreen tetap menjadi bagian penting dari upaya perlindungan kulit, disertai kebiasaan mencari tempat teduh dan menggunakan pakaian pelindung saat berada di bawah sinar matahari.
Selain memilih produk yang tepat, cara penggunaan sunscreen juga menentukan efektivitasnya. AAD menyarankan sunscreen diaplikasikan sekitar 15 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan, kemudian dioleskan kembali setiap dua jam, atau lebih sering setelah berenang maupun berkeringat. Orang dewasa juga dianjurkan menggunakan sunscreen dalam jumlah yang cukup agar seluruh area kulit yang terpapar sinar matahari terlindungi secara optimal.
Para dermatolog juga mengingatkan bahwa penggunaan sunscreen tidak hanya diperlukan saat cuaca cerah. Sinar UVA tetap dapat menembus awan dan kaca, sehingga kulit tetap berisiko mengalami kerusakan meski berada di dalam kendaraan atau saat cuaca mendung. Oleh karena itu, sunscreen sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit setiap hari, bukan hanya saat berlibur atau beraktivitas di pantai.
Di samping sunscreen, perlindungan kulit yang optimal juga dilakukan dengan mengenakan pakaian berlengan panjang, topi bertepi lebar, kacamata pelindung sinar UV, serta membatasi paparan matahari langsung terutama pada pukul 10.00 hingga 14.00 ketika intensitas radiasi ultraviolet berada pada tingkat tertinggi.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit, para ahli berharap penggunaan sunscreen tidak lagi dianggap sebagai kebutuhan kosmetik semata, melainkan sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang dan menurunkan risiko penyakit akibat paparan sinar matahari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....