Studi Ungkap Obat Penurun Berat Badan Berpotensi Perlambat Penuaan

  • 27 Jul 2026 06:27 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Obat penurun berat badan yang selama ini dikenal efektif membantu mengatasi obesitas ternyata memiliki potensi manfaat lain bagi kesehatan. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa semaglutide, bahan aktif dalam obat Ozempic dan Wegovy, diduga mampu memperlambat proses penuaan biologis pada tubuh.

Dilansir dari Kompas Health, temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Communications. Para peneliti menemukan bahwa semaglutide tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga berpotensi memperlambat penuaan biologis, yakni proses penuaan yang terjadi pada sel dan jaringan tubuh yang tidak selalu sejalan dengan usia seseorang berdasarkan tanggal lahir.

Penelitian dilakukan melalui uji klinis acak selama 32 minggu dengan melibatkan 108 orang dewasa yang hidup dengan HIV dan mengalami lipohipertrofi, yaitu penumpukan lemak berlebih di area perut. Selama penelitian berlangsung, para ilmuwan mengukur perubahan usia biologis menggunakan penanda DNA yang dikenal sebagai "jam epigenetik".

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang menerima suntikan semaglutide setiap minggu mengalami perlambatan penuaan biologis hingga sekitar 9 persen. Efek positif tersebut terlihat pada berbagai organ penting, termasuk otak, jantung, ginjal, hati, dan darah.

Menurut para peneliti, manfaat tersebut diduga berkaitan dengan kemampuan semaglutide dalam mengurangi peradangan kronis di dalam tubuh. Dokter spesialis kedokteran keluarga di Lowell General Hospital, Dr. Damian Folch, menjelaskan bahwa lemak tubuh, khususnya lemak viseral di area perut, menjadi salah satu pemicu utama peradangan. Ketika jumlah lemak berkurang, tingkat peradangan pun ikut menurun sehingga berpotensi memperlambat proses penuaan biologis.

Pendapat serupa disampaikan pakar pengendalian berat badan, Dr. Mir Ali, yang mengatakan bahwa obesitas merupakan kondisi yang menyebabkan peradangan kronis. Peradangan tersebut diketahui berkaitan erat dengan berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker, yang juga dapat mempercepat proses penuaan.

Selain membantu menurunkan berat badan, semaglutide juga bekerja menjaga kadar gula darah tetap stabil. Kombinasi kedua efek tersebut diyakini mampu mengurangi stres pada tubuh dan menekan proses peradangan yang selama ini menjadi salah satu faktor utama penuaan biologis.

Meski hasil penelitian ini dinilai menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut sebelum semaglutide dapat digunakan sebagai terapi anti-penuaan. Sebab, hingga kini belum dapat dipastikan apakah manfaat tersebut berasal dari efek obat secara langsung atau merupakan dampak dari penurunan berat badan yang dialami peserta penelitian.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal npj Aging juga menemukan hasil serupa. Pada pasien HIV yang mengalami penyakit hati berlemak (fatty liver), penggunaan semaglutide selama 24 minggu dilaporkan mampu memperlambat penuaan biologis hingga 42 persen.

Namun demikian, sebagian besar penelitian mengenai obat golongan GLP-1, termasuk semaglutide, masih dilakukan pada kelompok pasien dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti obesitas, diabetes tipe 2, HIV, atau penyakit kronis lainnya. Karena itu, para peneliti menilai masih diperlukan studi berskala lebih besar untuk mengetahui apakah manfaat yang sama juga dapat dirasakan oleh masyarakat umum yang sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....