BAB Berdarah Bisa Jadi Tanda Radang Usus
- 29 Mei 2026 17:11 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Buang air besar (BAB) berdarah sering kali langsung dianggap sebagai gejala ambeien. Padahal, kondisi tersebut tidak selalu berasal dari gangguan di area dubur. Dalam beberapa kasus, BAB berdarah juga bisa menjadi tanda Inflammatory Bowel Disease atau radang usus kronis.
Karena gejalanya tampak mirip, banyak orang terlambat memeriksakan diri dan menganggap keluhan tersebut hanya gangguan pencernaan biasa.
Ahli Gastroentero Hepatologi dari Eka Hospital, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE menjelaskan bahwa terdapat beberapa perbedaan penting antara BAB berdarah akibat ambeien dan radang usus kronis.
Warna Darah Berbeda
Pada ambeien, darah biasanya berwarna merah segar dan keluar setelah proses BAB selesai. Sementara pada radang usus kronis, darah cenderung bercampur dengan lendir atau feses.
Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat menandakan adanya peradangan di dalam usus, bukan sekadar gangguan pembuluh darah di sekitar anus.
Keluhan Dubur dan Nyeri Perut
Ambeien umumnya disertai rasa nyeri, gatal, atau sensasi mengganjal di area dubur, terutama saat mengejan atau mengalami sembelit.
Sedangkan pada radang usus kronis, gejala yang muncul lebih banyak berkaitan dengan sistem pencernaan, seperti diare berkepanjangan, nyeri perut, hingga frekuensi BAB yang meningkat.
Penyebab Keluhan Tidak Sama
Ambeien biasanya dipicu konstipasi atau kebiasaan mengejan terlalu kuat saat BAB. Kurangnya konsumsi serat dan cairan juga menjadi faktor pemicu utama.
Berbeda dengan itu, radang usus kronis terjadi akibat peradangan jangka panjang pada saluran cerna sehingga gejalanya dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.
Gejala Bisa Berlangsung Lama
Keluhan ambeien ringan umumnya membaik setelah pola hidup diperbaiki, seperti memperbanyak minum air dan konsumsi makanan berserat.
Namun pada radang usus kronis, BAB berdarah dapat berlangsung lebih dari dua minggu dan sering kambuh. Kondisi ini juga bisa disertai penurunan berat badan, tubuh mudah lelah, hingga demam.
Dokter mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan BAB berdarah yang terjadi berulang, terutama bila disertai diare, nyeri perut, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Pemeriksaan sejak dini penting dilakukan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....