Kaki Bengkak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Gangguan Ginjal

  • 18 Jun 2026 10:36 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kaki bengkak sering kali dianggap sebagai kondisi biasa akibat kelelahan, terlalu lama berdiri, atau aktivitas fisik yang berat. Padahal, dalam beberapa kasus, pembengkakan pada kaki dapat menjadi sinyal adanya masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk gangguan pada fungsi ginjal.

Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan, garam, dan elektrolit di dalam tubuh. Ketika fungsi organ ini menurun, tubuh tidak mampu membuang kelebihan cairan dengan optimal. Akibatnya, cairan akan menumpuk di jaringan tubuh dan memicu pembengkakan atau edema, terutama pada area kaki dan pergelangan kaki.

Dilansir dari Alo Dokter, salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah pembengkakan yang terjadi pada kedua kaki secara bersamaan. Kondisi ini berbeda dengan bengkak akibat cedera yang biasanya hanya terjadi pada satu sisi tubuh. Penumpukan cairan akibat gangguan ginjal cenderung memengaruhi kedua kaki karena berkaitan dengan sistem sirkulasi dan keseimbangan cairan tubuh secara keseluruhan.

Selain bengkak, kulit pada kaki juga bisa tampak lebih mengilap dan terasa kencang. Hal ini terjadi karena cairan yang menumpuk di bawah permukaan kulit menyebabkan jaringan meregang. Pada beberapa kasus, kulit bahkan terasa lebih tebal dan tidak nyaman saat digerakkan.

Tanda lain yang sering ditemukan adalah munculnya cekungan pada kulit setelah ditekan. Kondisi yang dikenal sebagai pitting edema ini menunjukkan adanya penumpukan cairan di jaringan bawah kulit. Jika bekas tekanan tidak segera kembali seperti semula, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.

Penderita gangguan ginjal yang mengalami kaki bengkak juga kerap mengeluhkan rasa berat pada kaki. Aktivitas sederhana seperti berjalan, berdiri dalam waktu lama, atau menaiki tangga bisa terasa lebih melelahkan karena adanya tekanan tambahan akibat cairan yang menumpuk.

Untuk membantu mengurangi pembengkakan, dokter biasanya menyarankan pembatasan konsumsi garam. Asupan garam yang berlebihan dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga kondisi bengkak menjadi semakin parah. Pola makan rendah garam sering menjadi bagian penting dalam penanganan pasien dengan gangguan ginjal.

Selain itu, mengangkat posisi kaki saat beristirahat juga dapat membantu memperlancar aliran cairan kembali ke pembuluh darah. Pada kondisi tertentu, dokter mungkin meresepkan obat diuretik untuk membantu tubuh mengeluarkan kelebihan cairan melalui urine. Bila fungsi ginjal sudah mengalami penurunan yang berat, tindakan dialisis atau cuci darah dapat menjadi pilihan untuk membantu menggantikan sebagian fungsi ginjal.

Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan kaki bengkak yang berlangsung lama, sering kambuh, atau semakin memburuk. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mendeteksi gangguan ginjal lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum terjadi komplikasi yang lebih serius.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....