Mata Juling pada Orang Dewasa Bisa Muncul Mendadak, Kenali Penyebabnya
- 18 Agt 2026 08:45 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Mata juling atau strabismus selama ini kerap dianggap sebagai kondisi bawaan yang hanya dialami bayi dan anak-anak. Namun, kondisi tersebut juga dapat muncul secara tiba-tiba pada orang dewasa dan bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.
Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus sekaligus Ketua Layanan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics, dr. Gusti Suardana, Sp.M (K), mengatakan mata juling pada orang dewasa dapat berkaitan dengan penyakit penyerta yang memengaruhi saraf pengatur pergerakan mata.
“Apakah orang tua bisa tiba-tiba juling? Bisa. Misalkan, contoh, pada pasien hipertensi, terjadi sesuatu pada sarafnya sehingga jadi juling,” ujar dr. Gusti dalam konferensi pers peresmian Pusat Operasi Mata Juling RS Mata JEC @ Menteng di Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, kondisi mata juling yang baru muncul pada usia dewasa berbeda dengan strabismus bawaan. Seseorang yang sebelumnya memiliki penglihatan normal dapat mengalami perubahan posisi bola mata secara mendadak akibat gangguan kesehatan tertentu.
Beberapa penyakit sistemik seperti diabetes, gangguan tiroid, dan hipertensi disebut dapat memengaruhi saraf di otak yang mengatur koordinasi pergerakan otot mata. Gangguan pada saraf tersebut kemudian dapat menyebabkan bola mata tidak lagi berada dalam posisi yang sejajar.
Pada penderita diabetes, misalnya, gangguan saraf dapat membuat mata tiba-tiba tidak sejajar dan menimbulkan penglihatan ganda atau double vision. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena penderita mengalami kesulitan memusatkan pandangan pada objek.
Selain berdampak pada fungsi penglihatan, mata juling pada orang dewasa juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kehidupan sosial. Penglihatan ganda dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, disorientasi, hingga membuat pasien perlu menutup salah satu mata untuk melihat lebih jelas.
Kelainan tersebut juga berpotensi memengaruhi kepercayaan diri dan interaksi sosial, termasuk dalam lingkungan pekerjaan. Stigma terhadap kondisi mata juling dapat membuat sebagian penderita merasa kurang percaya diri ketika berhadapan dengan orang lain.
Untuk penanganannya, operasi strabismus dapat menjadi salah satu pilihan, terutama apabila gangguan penglihatan tidak dapat ditangani secara optimal dengan metode nonoperasi. Tindakan operasi memiliki tiga pertimbangan utama, yakni indikasi fungsional, sensorik, serta kosmetik atau psikososial.
Khusus bagi pasien dewasa yang mengalami mata juling secara mendadak akibat diabetes, hipertensi, atau gangguan sistemik lainnya, dokter akan terlebih dahulu memantau kondisi dan stabilitas penyimpangan mata sebelum menentukan tindakan operasi.
Karena itu, kemunculan mata juling secara tiba-tiba pada orang dewasa sebaiknya tidak dianggap hanya sebagai persoalan penampilan. Kondisi tersebut perlu diperiksa oleh dokter mata untuk mengetahui penyebab dan memastikan apakah terdapat penyakit lain yang mendasarinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....