Nyeri Pinggang Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih, Kenali Pemicunya
- 31 Jul 2026 19:54 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Nyeri hebat di bagian pinggang yang tidak kunjung mereda meski sudah berganti posisi bisa menjadi tanda batu saluran kemih. Penyakit ini cukup sering dialami masyarakat usia produktif dan dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak segera ditangani.
Dilansir dari Kompas Health, batu saluran kemih merupakan massa keras yang terbentuk dari endapan mineral di sepanjang saluran kemih. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kurangnya asupan cairan sehingga sisa metabolisme dalam urine mengendap dan membentuk batu. Risiko tersebut juga dapat meningkat karena kebiasaan mengonsumsi minuman manis.
Dokter Spesialis Urologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Boyke Budiman Sumantri, Sp.U., mengatakan Indonesia sebagai negara beriklim tropis membuat masyarakat lebih mudah mengalami dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, kristal dalam urine akan lebih mudah mengendap dan secara bertahap membentuk batu saluran kemih.
| Baca juga: BAB Berdarah Bisa Jadi Tanda Radang Usus |
Menurut dr. Boyke, batu saluran kemih menjadi salah satu kasus yang paling sering ditemukan dalam praktik dokter urologi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan keluhan nyeri pinggang yang disertai gangguan saat buang air kecil atau gejala lain yang mengarah pada penyakit tersebut.
Apabila tidak ditangani, batu saluran kemih dapat menyebabkan sumbatan aliran urine, infeksi, hingga pembengkakan ginjal atau hidronefrosis. Dalam kondisi yang berlangsung lama, gangguan tersebut bahkan berisiko menimbulkan kerusakan ginjal permanen hingga gagal ginjal.
Penanganan batu saluran kemih saat ini telah berkembang dengan berbagai teknologi medis yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Beberapa metode yang dapat dilakukan antara lain Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), Ureteroscopy (URS), Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS), Mini Percutaneous Nephrolithotomy (Mini PCNL), hingga pemasangan Double J (DJ) Stent.
Dokter Spesialis Urologi, dr. Donny Eka Putra, Sp.U., Subsp.TRK(K), menjelaskan pemilihan metode pengobatan mempertimbangkan ukuran dan lokasi batu, kondisi anatomi saluran kemih, tingkat sumbatan, serta kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. Dukungan teknologi modern juga memungkinkan penanganan kasus yang lebih kompleks dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.
Selain batu saluran kemih, pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) juga menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami pria seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut dapat menyebabkan aliran urine terhambat, sulit buang air kecil, pancaran urine melemah, hingga muncul rasa tidak tuntas setelah berkemih.
Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM, mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap penyakit ginjal. Menurutnya, gangguan ginjal sering berkembang tanpa gejala yang khas sehingga baru diketahui saat kondisinya sudah berat.
Ia menyarankan masyarakat, terutama penderita hipertensi, diabetes, batu saluran kemih berulang, maupun yang memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, untuk rutin menjalani pemeriksaan kesehatan. Deteksi dini dinilai menjadi langkah penting agar gangguan ginjal dapat ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi penyakit ginjal kronis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....