Gubernur Maluku Dukung Pelestarian Musik Hawaian sebagai Warisan Budaya Maluku

  • 28 Agt 2026 22:36 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menunjukkan dukungannya terhadap pelestarian musik Hawaiian sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah dengan menghadiri langsung pertunjukan musik Hawaiian di Kopi Papalele, Kota Ambon, Jumat (28/8/2026) malam.

Coffee Street Kopi Papalele yang berlokasi di depan Kantor RRI Ambon tersebut menyajikan pertunjukan musik Hawaiian secara langsung. Kehadiran Gubernur Maluku bersama Kapolresta Ambon, Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho dan keluarga serta Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa turut menarik perhatian pengunjung dan pengguna jalan.

Gubernur mengatakan, kehadirannya di Kafe Papalele tidak sekadar untuk menikmati pertunjukan musik, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian musik Hawaiian dan perkembangan ekonomi kreatif di Kota Ambon.

Ia mengaku senang melihat adanya kafe yang menghadirkan musik Hawaiian secara langsung, karena musik tersebut memiliki hubungan dengan perjalanan budaya dan hiburan masyarakat Maluku.

Menurutnya, ketika masih kecil, musik daerah Maluku klasik dan musik Hawaiian merupakan jenis musik yang kerap didengarkan masyarakat melalui radio maupun televisi.

"Saya tetap sebagai salah satu penikmat musik Hawaiian. Jadi saya senang sekali, ternyata ada kafe yang menyajikan live music musik Hawaian," kata Gubernur.

Ia menilai perkembangan musik saat ini telah melahirkan berbagai genre baru. Namun, keberadaan ruang yang secara khusus menghadirkan musik Hawaiian menjadi hal yang positif untuk menjaga keberlangsungan musik tersebut di tengah perkembangan zaman.

Gubernur berharap keberadaan Kafe Papalele dapat menjadi salah satu ruang bagi musisi lokal untuk menampilkan kemampuan dan kreativitas mereka.

Menurutnya, ruang pertunjukan seperti kafe dan restoran dapat menjadi media bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus membuka peluang pekerjaan bagi para pelaku seni musik.

"Para musisi-musisi lokal di Maluku ini ada tempat atau media bagi mereka untuk menyalurkan talenta dan bakat yang mereka miliki, sekaligus juga bisa menjadi lapangan pekerjaan buat mereka," ujarnya.

Gubernur juga mengapresiasi konsep Kafe Papalele yang memadukan musik dan usaha kuliner sebagai bagian dari geliat ekonomi kreatif berskala UMKM.

Ia berharap konsep serupa dapat dikembangkan di lokasi lain di Kota Ambon maupun daerah lain di Maluku, dengan mengangkat karakter musik dan budaya yang berbeda.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Kapolres Ambon Lease Kombes Polisi Andrias Nugroho ngopy santai depan LPP RRI Ambon (foto fredy/rri)

Menurutnya, pengembangan ruang-ruang kreatif tersebut juga mendukung citra Ambon sebagai City of Music.

Selain menjadi tempat pertunjukan musik, Gubernur menilai kafe dapat menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat, khususnya generasi muda, melalui kegiatan yang positif dan produktif.

"Kita berharap adanya kafe-kafe yang sama seperti ini di tempat-tempat yang lain, dan di daerah lain di Maluku," katanya.

Gubernur menegaskan Pemerintah Provinsi Maluku mendukung berbagai upaya masyarakat dalam mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif, termasuk melalui kegiatan yang memberikan ruang bagi musisi lokal.

Pertunjukan musik Hawaiian di Kafe Papalele menjadi salah satu bentuk upaya memperkenalkan kembali musik yang pernah populer di Maluku sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk terus menghidupkannya di tengah perkembangan industri musik saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....