Papalele Band Hidupkan Kembali Musik Hawaiian di Kota Ambon
- 29 Agt 2026 20:04 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon — Suasana musik di Kota Ambon kembali diramaikan dengan hadirnya generasi muda yang memainkan musik Hawaiian melalui penampilan Papalele Hawaiian Band di Papalele Cafe, Jumat malam (28/8/2026).
Penampilan tersebut berlangsung meriah dan mendapat perhatian khusus karena dihadiri langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, serta Kapolresta Ambon dan PP Lease, anggota DPRD kota Ambon Valentino Amahorsea.
Bagi Rey Pesolima leader Papalele Hawaiian Band, senang mendapat kesempatan tampil di Papalele Cafe menjadi bagian dari upaya menghadirkan warna baru dalam kehidupan musik di Kota Ambon, sekaligus mendukung semangat Ambon sebagai City of Music.
Menurutnya, musik tidak harus selalu hadir di atas panggung, tetapi dapat dimainkan di berbagai ruang publik dan sudut kota.
"Kami sangat senang bisa tampil dengan grup Papalele Hawaiian Band di Papalele Cafe. Situasi seperti ini memang yang kami butuhkan untuk Ambon City of Music, tampil di jalan, tampil di street, dan membuat warna yang baru bagi kehidupan musik di Kota Ambon," ujarnya.
Papalele Hawaiian Band sendiri terbentuk secara tidak sengaja. Para personelnya memiliki hubungan pertemanan dan keluarga serta dipertemukan oleh hobi bermusik. Dari relasi tersebut kemudian muncul kesepakatan untuk menjadikan kelompok itu sebagai band yang aktif.
Menurut PR Papalele Hawaiian Band, Dhea Haurissa, penampilan pada Jumat malam bukan merupakan penampilan perdana. Band tersebut telah beberapa kali tampil dan berupaya melakukan pertunjukan setidaknya satu kali setiap bulan.
Untuk menjaga kualitas penampilan, para personel juga melakukan latihan secara reguler. Selain itu, mereka berupaya membuka ruang bagi talenta-talenta baru agar panggung musik Hawaiian tidak hanya diisi oleh orang-orang yang sama.
"Kenapa kita tampil di pinggir jalan? Kami punya mimpi bahwa Ambon City of Music itu di setiap sudut kota ada musik yang keluar dengan cirinya masing-masing. Kami muncul dengan ciri Hawaiian, Papalele Hawaiian Band," katanya.
Menurutnya, kehadiran band tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu bagi anak-anak muda lainnya untuk berani bermusik di ruang publik.
"Musik adalah DNA kami orang Maluku. Jadi kita bisa menyanyi di mana saja," ujarnya.
Papalele Hawaiian Band juga ingin menghidupkan kembali musik Hawaiian yang pernah populer di Maluku, khususnya melalui lagu-lagu yang akrab bagi generasi terdahulu.
Mereka menyebut sosok Opa Bing melalui Kabesi sebagai salah satu contoh musisi yang dahulu dikenal dengan musik Hawaiian, lengkap dengan karakter instrumen seperti steel guitar, bass, dan instrumen khas lainnya.
Upaya tersebut dinilai penting agar musik Hawaiian tidak hilang dari ingatan generasi muda Maluku.
"Contohnya Opa Bing lewat Kabesi yang dulu sangat fenomenal. Kami berusaha memunculkan lagi supaya musik ini tidak mati. Generasi muda pun tahu bahwa Maluku, Ambon punya musik ini," tuturnya.
Menariknya, mayoritas personel Papalele Hawaiian Band merupakan generasi muda. Rata-rata usia mereka masih di bawah 50 tahun, bahkan terdapat personel yang masih berusia sekitar 20 tahun dan ada pula yang masih anak-anak.
Kondisi ini menjadi salah satu keunikan band tersebut karena musik Hawaiian yang selama ini identik dengan generasi lebih tua kini kembali dimainkan oleh anak-anak muda.
Para personel mengaku masing-masing memiliki talenta dan belajar musik secara mandiri sebelum kemudian berkumpul membentuk band. Kehadiran road manager, Dokter Denny, turut membantu mengkoordinasikan dan memfasilitasi kelompok tersebut.
"Kami semua punya talenta masing-masing. Kemudian kami kumpul, dan Dokter Denny sebagai road manager memfasilitasi kami untuk membuat band ini," jelasnya.
Ke depan, Papalele Hawaiian Band telah mendapat permintaan untuk tampil dalam sejumlah kegiatan di luar Maluku. Namun, mereka masih melakukan berbagai persiapan agar dapat membawa nama Ambon dan Maluku dengan penampilan terbaik.
"Kami menampilkannya dengan yang terbaik, menunjukkan bahwa Ambon City of Music ini kaya dengan beraneka ragam harmoni. Bukan hanya musik pop, bukan hanya reggae, tetapi ada Hawaiian," katanya.
Kehadiran Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di tengah penampilan mereka juga menjadi bentuk perhatian terhadap keberadaan musik Hawaiian dan komunitas musik di Kota Ambon.
Menurut personel band, perhatian tersebut telah terbangun sebelumnya melalui berbagai penampilan dan informasi yang beredar. Komunikasi kemudian dilakukan melalui sejumlah pihak hingga akhirnya Gubernur Maluku berkesempatan hadir langsung menyaksikan penampilan mereka.
Papalele Hawaiian Band berharap keberadaan mereka dapat terus berkelanjutan dan menginspirasi lebih banyak anak muda untuk mengenal serta memainkan musik tradisional-populer Maluku yang mulai jarang terdengar.
Melalui musik Hawaiian, mereka ingin membuktikan bahwa semangat Ambon City of Music tidak hanya berada di panggung-panggung besar, tetapi juga dapat tumbuh dari kafe, jalanan, komunitas, dan berbagai sudut Kota Ambon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....