Gubenrur Hendrik Sebut Festival Hadrat di Negeri Hitu Miliki Tiga Makna
- 06 Sep 2026 20:27 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Leihitu - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Festival Hadroh yang digelar di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, pada Sabtu, 5 September 2026 malam. Festival ini menjadi bagian dari semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan dinilai berpotensi kuat menjadikan Hitu sebagai destinasi wisata religi unggulan.
Gubernur Hendrik dalam sambutannya mengakui kawasan Jazirah Leihitu memiliki posisi historis yang sangat penting sebagai pusat penyebaran Islam dan akar budaya seni Islam di Maluku. Oleh karena itu, perayaan Maulid Nabi melalui Festival Hadroh menjadi momentum tepat untuk memperkuat tradisi religius daerah.
"Jazirah Leihitu adalah negeri yang sejak dahulu kala menjadi pusat penyebaran Islam di Maluku. Di sinilah denyut awal budaya dan seni Islam berakar kuat,” ujarnya.
Gubernur menilai festival seni keagamaan ini memiliki tiga makna strategis, yaitu membangkitkan semangat generasi muda, merawat identitas budaya Maluku, serta memacu pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran wisatawan religi diharapkan mampu menghidupkan sektor UMKM, kuliner, hingga kerajinan warga.
Selain Gubernur Maluku, pembukaan festival yang berlangsung meriah di beranda rumah Raja Hitu Lama ini dihadiri Asisten II Setda Maluku Kasrul Selang, Anggota DPRD Maluku Rovik Akbar Afifudin, para raja se-Pulau Ambon, serta lebih dari 3.000 warga.
Gubernur Hendrik berharap tradisi Islam Nusantara di Bumi Raja-Raja seperti ini terus diwariskan. Tradisi budaya Islam ini juga diharapkan menjadi landasan dalam membangun Maluku yang religius, damai, rukun, dan sejahtera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....