Kepala Pemerintah Negeri Perempuan di Maluku Ini Raih Penghargaan Internasional

  • 20 Apr 2026 12:20 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Kepala Pemerintah Negeri Administratif Mahu, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Cristina M. Lawalata,SE meraih penghargaan internasional Ocean Legacy Award 2025 yang digelar di Bali atas kontribusinya dalam konservasi laut berbasis masyarakat. Penghargaan yang diberikan oleh Coral Triangle Center tersebut menjadi pengakuan atas upaya nyata yang dilakukan bersama masyarakat Negeri Mahu dalam menjaga ekosistem laut.

Cristina mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, meskipun berasal dari wilayah kecil di Maluku. “Saya bersyukur diberikan kesempatan ini. Walaupun kami desa kecil, tetapi kepedulian untuk menjaga lingkungan itu berdampak besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penerapan peraturan negeri yang mengatur perlindungan sumber daya alam telah membawa perubahan signifikan dalam perilaku masyarakat. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah berkurangnya kebiasaan membuang sampah ke laut.

“Sekarang masyarakat sudah tidak lagi membuang sampah ke laut. Ini perubahan besar yang sangat terasa,” katanya.

Selain itu, aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan seperti pengambilan bakau secara sembarangan dan eksploitasi biota sungai juga mulai berkurang karena adanya aturan yang disertai sanksi sosial dan denda.

Sebagai bagian dari implementasi kebijakan, pemerintah negeri juga membentuk unit usaha bank sampah melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelola limbah, khususnya plastik, agar tidak mencemari laut.

Tak hanya itu, Cristina juga terlibat dalam forum regional perempuan di kawasan segitiga karang yang mempertemukan perwakilan dari enam negara untuk berbagi pengalaman dalam konservasi laut dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, kepemimpinan perempuan memiliki peran penting dalam mendorong perubahan sosial, terutama dalam hal pelestarian lingkungan. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi perempuan dalam proses penyusunan hingga implementasi peraturan negeri di Mahu.

Ia berharap pengalaman Negeri Mahu dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Maluku untuk mulai mengambil langkah nyata dalam menjaga lingkungan.

“Hal sederhana seperti tidak membuang sampah ke laut adalah langkah awal yang bisa dilakukan semua orang,” ujarnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Negeri Mahu menunjukkan bahwa aksi kecil dari tingkat lokal dapat memberikan dampak besar, bahkan hingga mendapat pengakuan di tingkat internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....