LAPPAN-AKSI Rumuskan Rekomendasi Penguatan Peran Perempuan dalam Aksi Iklim
- 15 Sep 2026 12:14 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon- Sejumlah rekomendasi untuk memperkuat partisipasi dan kepemimpinan perempuan dalam aksi perubahan iklim di Maluku dihasilkan dari Lokakarya Gender Transformatif dan Inisiatif Dekarbonisasi Berbasis Perempuan Komunitas yang digelar LAPPAN Maluku bersama AKSI for Gender, Social and Ecological Justice.
Lokakarya yang berlangsung di Hotel Amaris Ambon, 10–11 September 2026, diikuti 36 peserta dari komunitas perempuan Latuhalawa Latuhalat dan Aniong Seilale, pemerintah negeri, BPD, organisasi perempuan, kelompok disabilitas, masyarakat adat, organisasi lingkungan serta akademisi.
Hasil lokakarya dirumuskan peserta melalui tiga kelompok pembahasan, yakni perencanaan, implementasi dan monitoring-evaluasi; data terpilah gender; serta anggaran.
Peserta mengusulkan agar setiap perencanaan dan pelaksanaan aksi iklim di Maluku melibatkan perempuan secara bermakna, termasuk dalam proses pengambilan keputusan. Data terpilah berdasarkan gender juga dinilai penting agar kebijakan dan program perubahan iklim benar-benar menjawab kebutuhan perempuan dan kelompok rentan di komunitas.
Sementara dari sisi anggaran, peserta mendorong tersedianya pembiayaan yang responsif gender untuk mendukung aksi-aksi iklim, termasuk inisiatif dekarbonisasi yang dipimpin perempuan di tingkat komunitas.
Salah satu inisiatif yang mendapat perhatian adalah usulan komunitas Aniong Seilale untuk memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi bagi penyediaan air bersih. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperoleh dukungan melalui Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD).
Selain itu, kelompok perempuan di Seilale dan Latuhalat telah mengembangkan berbagai inisiatif dengan memanfaatkan sumber energi bersih, seperti matahari, angin dan air, sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon sekaligus memperkuat ketahanan komunitas terhadap dampak perubahan iklim.
Direktur LAPPAN Maluku, Bay Hajar Tualeka melalui kegiatan tersebut, mendorong agar pengalaman dan rekomendasi perempuan komunitas tidak berhenti pada ruang lokakarya, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan dukungan anggaran yang nyata.
"Jadi rekomendasi hasil lokakarya selanjutnya akan digunakan untuk mendorong penerapan Gender Action Plan (GAP) dalam aksi iklim di Maluku dan Indonesia. Rekomendasi tersebut juga dipersiapkan sebagai bahan pembahasan dalam agenda perubahan iklim global, termasuk COP31 di Antalya, Turki,"ungkapnya.
Dirinya berharap, lokakarya ini sekaligus dapat memperkuat pelaksanaan Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim (RAD API) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Maluku, terutama dalam memastikan keterlibatan komunitas dan perempuan dalam proses transisi energi yang adil, ramah lingkungan dan mudah diakses.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....