Pariwisata Instrumen Strategis menuju Indonesia Emas 2045

  • 14 Apr 2026 08:57 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Sektor pariwisata dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut dikatakan Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya dan Pariwisata, Harry Waluyo, dalam catatannya mengenai policy brief.

Ia menegaskan bahwa, pariwisata bukan hanya sektor pendukung, tetapi juga instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Waluyo, menegaskan bahwa pariwisata memiliki kekuatan besar dalam menggerakkan ekonomi sekaligus memperkuat identitas bangsa.

Menurutnya, sektor ini mampu menciptakan efek berganda yang luas, mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat hingga pengembangan UMKM lokal.

“Pariwisata bukan sekadar destinasi, tetapi ekosistem yang menghubungkan budaya, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi solusi nyata bagi berbagai persoalan nasional,” ujar Waluyo kepada RRI beberapa waktu lalu.

Dalam dokumen tersebut juga dijelaskan, pariwisata mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), meningkatkan devisa negara, serta membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.

Selain itu, sektor ini dinilai efektif dalam mengurangi ketimpangan antarwilayah serta memperkuat identitas budaya bangsa.

Namun demikian, pengembangan pariwisata nasional masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya rendahnya daya saing destinasi, keterbatasan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia yang belum optimal, serta belum terintegrasinya industri pariwisata secara menyeluruh.

Waluyo menambahkan, tantangan tersebut harus dijawab dengan transformasi menyeluruh, terutama pada aspek digitalisasi dan tata kelola.

“Promosi pariwisata harus berbasis data dan teknologi, sementara penguatan SDM menjadi kunci agar daya saing kita meningkat di tingkat global,” ucapnya.

Untuk itu, pemerintah mendorong transformasi ekosistem pariwisata yang mencakup integrasi antara destinasi, industri, pemasaran, dan pengembangan SDM, serta penguatan ekonomi kreatif sebagai bagian dari rantai nilai pariwisata.

Dalam jangka menengah, sejumlah program prioritas telah disiapkan, seperti penguatan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), pengembangan desa wisata, hingga penciptaan satu juta tenaga kerja pariwisata tersertifikasi.

Pemerintah juga menargetkan Indonesia sebagai pusat pariwisata halal dan budaya kreatif di tingkat global.

Adapun target jangka panjang hingga tahun 2045, sektor pariwisata diharapkan mampu menyumbang 12 hingga 15 persen terhadap PDB nasional, menarik hingga 40 juta wisatawan mancanegara, serta menciptakan lebih dari 30 juta lapangan kerja.

Dengan potensi dan arah kebijakan yang jelas, pariwisata diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengatasi berbagai permasalahan nasional, termasuk kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan wilayah, sekaligus mengantarkan Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045. (SumiatyManilet)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....