Kolaborasi AGI dan Manusia Lahirkan Profesi Baru Masa Depan

  • 16 Jul 2026 10:12 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Kehadiran Artificial General Intelligence (AGI) diprediksi akan mengubah wajah dunia kerja, namun tidak serta-merta menghilangkan peran manusia. Sebaliknya, kolaborasi antara manusia dan AGI diyakini akan melahirkan berbagai profesi baru yang berfokus pada kepercayaan, etika, kepedulian, dan kebijaksanaan.

Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya, dan Pariwisata, Harry Waluyo, menjelaskan bahwa setiap revolusi teknologi selalu menghadirkan peluang profesi baru. Menurutnya, AGI akan menggeser manusia dari pekerjaan rutin menuju peran yang lebih strategis, seperti membangun kepercayaan, memberikan pendampingan, serta mengambil keputusan yang mempertimbangkan nilai budaya dan etika.

Harry Waluyo menilai, sejumlah profesi baru diperkirakan akan muncul, antara lain Human Trust Architect, AI Ethics Officer, AI Care Coordinator, Learning Experience Designer, hingga Wisdom Coach. Profesi-profesi tersebut berperan memastikan teknologi AGI tetap digunakan secara transparan, bertanggung jawab, dan berpusat pada kepentingan manusia.

Di sektor budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata, AGI dinilai mampu meningkatkan produktivitas melalui digitalisasi, personalisasi layanan, hingga penciptaan berbagai karya kreatif. Namun, Harry Waluyo menegaskan bahwa makna budaya, kreativitas autentik, serta pengalaman wisata yang berkesan tetap bergantung pada sentuhan manusia.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki peluang besar memanfaatkan AGI karena didukung kekayaan budaya, keberagaman tradisi, kreativitas masyarakat, dan keramahtamahan yang sulit digantikan teknologi. Sinergi antara kecerdasan buatan dan kebijaksanaan manusia diyakini menjadi fondasi pembangunan budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....