Kekayaan Intelektual Sokong Pembangunan Ekonomi Kreatif Berkelanjutan

  • 14 Jul 2026 07:46 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Penguatan kekayaan intelektual (KI) dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Indonesia. Sinergi antara pelindungan KI, pengembangan kabupaten/kota kreatif, dan pariwisata berbasis budaya diyakini mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya dan Pariwisata, Harry Waluyo menjelaskan, pembangunan ekonomi kreatif saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada sumber daya alam, melainkan pada aset tidak berwujud seperti kekayaan intelektual, inovasi, identitas budaya, desain, dan teknologi.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar karena kekayaan budaya yang melimpah, namun diperlukan strategi agar potensi tersebut mampu memberikan nilai ekonomi tanpa menghilangkan identitas lokal dan keberlanjutan lingkungan.

Ia menambahkan, daerah perlu membangun ekosistem kreatif yang tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mengembangkan narasi budaya, branding, konten digital, pengalaman wisata, hingga lisensi kekayaan intelektual. Pendekatan tersebut dinilai dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi pelaku ekonomi kreatif maupun masyarakat.

Menurut Waluyo, kabupaten dan kota kreatif memiliki peran strategis sebagai ruang tumbuh inovasi melalui kolaborasi antara warisan budaya, komunitas kreatif, teknologi digital, model bisnis, dan akses pasar global.

Sementara itu, sektor pariwisata juga perlu diarahkan pada konsep berkelanjutan yang tidak hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan secara seimbang.

Sebagai langkah penguatan, ia mendorong terbentuknya ekosistem nasional monetisasi kekayaan intelektual, pengembangan inkubator inovasi berbasis KI, integrasi ekonomi kreatif dengan pembangunan daerah, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan teknologi.

Dengan demikian, Indonesia diharapkan mampu membangun bangsa kreatif yang menjadikan budaya sebagai akar, kreativitas sebagai energi, inovasi sebagai mesin, dan keberlanjutan sebagai tujuan pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....