Dukung Pengembangan Wisata Eco-Wellness, Dparagon Siap Jadi Mitra Strategis

  • 04 Jun 2026 06:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Tren pariwisata terus bergerak, liburan tidak sekadar hanya berswafoto maupun berbelanja, tetapi bergeser menjadi pengalaman untuk pemulihan jiwa dan raga (healing). Menangkap fenomena global ini, sektor pariwisata Yogyakarta mulai melirik potensi besar wisata berbasis alam dan kebugaran (eco-wellness).

Salah satunya terobosan dihadirkan jaringan kost eksklusif terkemuka, Dparagon yang membuka kolaborasi dengan berbagai pihak untuk pengembangan sektor wisata eco-wellness..Dengan jaringan properti yang tersebar luas dan standar pelayanan yang mumpuni, Dparagon berkomitmen menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan berbagai pihak terkait.

Manager Dparagon, Fadli meyakini, sinergi mampu menjadi katalisator dalam memperpanjang durasi kunjungan (length of stay) wisatawan di Yogyakarta. Apalagi bentang alam di Daerah Istimewa Yogyakarta masih banyak yang belum tergali secara maksimal.

“Kami menyadari bahwa Yogyakarta memiliki potensi besar dalam wisata berbasis alam dan kebugaran (eco-wellness). Dparagon siap berkolaborasi untuk memastikan ketersediaan akomodasi yang nyaman, terintegrasi, dan mendukung gaya hidup sehat bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta,” katanya, Rabu, 3 Juni 2026.

Lebih lanjut, Fadli mengungkapkan, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas tempat tinggal sementara, tetapi juga berperan aktif dalam mempromosikan destinasi-destinasi wellness di wilayah DIY. Salah satunya mempromosikan sekaligus berkolaborasi dengan sektor swasta dan pemerintah daerah dalam hal ini Tahura Bunder Gunungkidul.

Salah satu program unggulan yang ditawarkan dalam kolaborasi ini adalah kegiatan kemping di alam terbuka. Berbeda dengan kegiatan berkemah pada umumnya, paket ini dirancang khusus untuk memadukan elemen petualangan dengan edukasi lingkungan dan relaksasi.

Beberapa rangkaian aktivitas yang akan dirasakan wisatawan di antaranya Forest Therapy, yakni mengajak wisatawan untuk melakukan penjelajahan hutan dengan penuh kesadaran (mindfulness) untuk menurunkan tingkat stres dan meningkatkan imunitas tubuh melalui suasana hutan yang tenang. Kemudian Workshop Hidroponik, yakni Edukasi praktis mengenai cara bercocok tanam yang efisien di lahan terbatas, memberikan wawasan baru bagi wisatawan mengenai kemandirian pangan.

Tidak hanya itu, wisatawan juga diajak untuk melakukan langkah nyata dalam Aksi Lingkungan (Penanaman Pohon). Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian alam, para peserta diajak untuk berpartisipasi langsung dalam aksi penghijauan.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dipusatkan di Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder, Kabupaten Gunungkidul. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, kawasan Tahura Bunder menawarkan ekosistem hutan yang masih asri, udara yang bersih, serta ketenangan yang sangat mendukung untuk aktivitas pemulihan kesehatan (healing).

"Kami ingin wisatawan tidak sekadar berkunjung, tetapi juga membawa pulang manfaat bagi kesehatan mereka. Melalui kolaborasi dengan Genitri Eco Wellness, kami yakin potensi wisata kesehatan di Gunungkidul dapat berkembang pesat," ujarnya.

Dengan adanya inovasi wisata berbasis kesehatan ini, diharapkan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat luas akan pentingnya menjaga ekosistem alam dan kesehatan diri sendiri. Dengan durasi tinggal wisatawan yang lebih lama, diharapkan terjadi peningkatan multiplier effect bagi perekonomian lokal.

"Semakin lama wisatawan menetap, semakin besar perputaran ekonomi yang terjadi di tingkat akar rumput, mulai dari sektor kuliner, transportasi lokal, hingga UMKM kreatif di sekitar area properti kami. Hal ini pada akhirnya akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Yogyakarta," ucapnya.

Dparagon menegaskan, bahwa langkah ini merupakan perwujudan dukungan nyata terhadap visi Yogyakarta sebagai destinasi wisata berkualitas yang memadukan keramahan tradisional dengan standar kenyamanan modern. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan sektor pariwisata Yogyakarta dapat terus tumbuh dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....