DIY Diprediksi Diserbu 8 Juta Wisatawan Lebaran, Mas Marrel Ajak Jaga Kebersihan

  • 15 Mar 2026 22:28 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kepala Bebadan Pangreksa Loka (BPL) Keraton Yogyakarta, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo menyambut kedatangan wisatawan, yang akan berlibur ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama masa libur Lebaran 2026 atau 1 Syawal 1447 H. Berdasarkan data Dinas Pariwisata DIY, diperkirakan sekitar 8,2 juta orang akan masuk di DIY selama periode libur Lebaran 2026.

Di tengah tingginya mobilitas wisatawan, Mas Marrel mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar Yogyakarta tetap nyaman, bersih, dan ramah bagi seluruh pengunjung. Dinpar DIY memperkirakan dari 8,2 juta, sekitar 1,7 juta wisatawan diproyeksikan akan mengunjungi berbagai destinasi wisata di wilayah DIY.

Sementara, dari data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY menunjukkan bahwa potensi lonjakan volume sampah selama musim libur Lebaran diprediksi bisa meningkat hingga 50 persen dibandingkan hari biasa.

Menanggapi kondisi tersebut, Mas Marrel yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Gerindra DIY dan juga dikenal sebagai pemerhati lingkungan mengajak wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata untuk bersama-sama menjaga kebersihan kawasan wisata.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada wisatawan yang akan berlibur di DIY. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar DIY tetap bersih dari sampah, nyaman, dan menyenangkan untuk semua,” ujar, ditemui usai rapat di Kantor BPL, Minggu, 15 Maret 2026.

Mas Marrel menegaskan, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau petugas kebersihan, melainkan juga seluruh pihak yang menikmati aktivitas wisata di Yogyakarta. Menurutnya, kesadaran sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan akan sangat membantu menjaga wajah Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata unggulan.

Selain kepada wisatawan, Mas Marrel juga berpesan kepada para pelaku usaha wisata dan pengelola destinasi agar menyiapkan fasilitas pendukung yang memadai, terutama tempat sampah dan sistem pengelolaan sampah yang baik.

“Pelaku wisata juga perlu menyediakan tempat sampah yang cukup dan memastikan sampah dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan,” ucapnya.

Sebagai informasi, pada musim libur panjang tahun-tahun sebelumnya, volume sampah di DIY kerap mengalami kenaikan signifikan hingga mendekati separuh dari kondisi normal. Karena itu, diperlukan penanganan khusus agar tidak terjadi penumpukan sampah, terutama di titik-titik destinasi wisata yang dipadati pengunjung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....