Libur Imlek, Malioboro Jadi Magnet Wisatawan

  • 15 Feb 2026 10:33 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kawasan Malioboro masih menjadi magnet utama bagi wisatawan maupun masyarakat Yogyakarta. Momentum libur panjang Imlek dimanfaatkan publik untuk mengunjungi kawasan ikonik tersebut.

Sepanjang pedestrian Malioboro, suasana tampak berbeda dengan hadirnya ornamen lampion khas Imlek yang bergelantungan di sisi lampu jalandi sepanjang jalan malioboro. Tepat di depan gapura Ketandan, puluhan lampion warna merah berjejer rapi menghiasi kawasan tersebut.

Salah seorang wisatawan asal Grobogan bernama Yaya, saat ditemui mengaku sudah beberapa kali mengunjungi Malioboro. Menurutnya, kawasan ini selalu memiliki daya tarik tersendiri.

“Vibes-nya dari dulu enggak berubah. Saya sudah sering ke sini dan enggak pernah bosan. Selalu enjoy dan bisa dinikmati,” ujarnya, Sabtu 14 Februari 2026.

Yaya menilai kehadiran lampion Imlek sebagai wujud toleransi di ruang publik Yogyakarta. Penyesuaian ornamen yang juga dilakukan pada perayaan hari besar keagamaan lainnya.

Sementara itu, wisatawan asal Banjarmasin Syahibul Fadilah, memilih Malioboro sebagai destinasi utama saat libur Imlek. Ia mengaku tertarik karena kuatnya nuansa budaya Jawa di Yogyakarta.

“Di sini kental budaya Jawanya, terus enggak terlalu macet seperti di Jakarta,” katanya.

Syahibul juga menyoroti kebebasan merayakan Imlek yang kini semakin terasa dibuktikan dengan hadirnya ornamen Imlek di kawasan Malioboro. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bagian dari kemajuan toleransi di Indonesia dibandingkan masa lalu.

Di sisi lain, warga asli Yogyakarta Danis menyambut positif hadirya ornamen tersebut. Ia menilai kehadiran ornamen Imlek membuat Malioboro terlihat lebih hidup dan berwarna.

“Lampion merah bikin nuansanya beda tapi tetap estetik. Orang lewat jadi ngerasa lebih wah dan pengin foto-foto,” ucap Danis.

Menurutnya, hal tersebut mencerminkan sikap Yogyakarta yang terbuka dan menghargai keberagaman budaya. Di mana ruang publik dipandang sebagai milik bersama sehingga wajar dan positif jika ikut merayakan berbagai momentum kebudayaan atau keagamaaan.

“Selama rapi dan enggak mengganggu pedagang atau pejalan kaki. Justru bikin Malioboro makin menarik dan ramai,” ucapnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....