Masjid Gedhe, Situs Budaya dan Destinasi Wisata Religi Yogyakarta

  • 25 Jan 2026 21:15 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Keberadaan Masjid Gedhe Kauman yang terletak di Jalan Kampung Kauman, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta telah lama menjadi cagar budaya dan salah satu destinasi wisata menarik di Yogyakarta. Masjid ini merupakan bagian dari Masjid Kagungan Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat sehingga keberadaannya menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Masjid ini didirikan pada hari Ahad Wage 29 Mei 1773 atas prakarsa Sri Sultan Hamengku Buwono I dan Kiai Fakih Ibrahim Diponingrat selaku penghulu keraton. Pembangunan masjid sendiri dipimpinan dan dikerjakan oleh Kiai Wiryokusumo. Sebagai ciri khas dari masjid milik Kraton Yogyakarta, di puncak atap dipasang hiasan mahkota berbentuk bunga yang disebut sebagai mustaka.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman, Azman Latif mengatakan, Masjid Gedhe Kauman merupakan cagar budaya dan masjid tertua di Yogyakarta, sehingga seringkali dijadikan sebagai tujuan wisata. Selain itu, masjid ini seringkali digunakan untuk upacara penting keagamaan milik Keraton Yogyakarta.

“Kalau yang menjadi ciri khas Masjid Gedhe Kauman itu, karena masjid ini merupakan bagian dari Kraton Yogyakarta, sehingga upacara keagamaan Kraton seringkali diselenggarakan di masjid ini. Masjid ini juga tidak bisa terpisahkan oleh nafas perjuangan masyarakat, sehingga banyak wisatawan yang berkunjung ke masjid ini,” ujar azman Latif sebagai ketua takmir masjid.

Menurutnya, wisatawan domestik sudah memahami tata krama ketika memasuki masjid. Sementara untuk wisatawan asing, pengelola telah menyediakan sarung serta kerudung sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan.

Selain itu, Azman juga menyebutkan, Masjid Gedhe Kauman tidak dapat dilepaskan dari sejarah berdirinya Muhammadiyah. Dari masjid inilah pembaruan arah kiblat bermula sekaligus awal berkembangnya dakwah Muhammadiyah yang hingga saat ini tersebar diseluruh Indonesia hingga ke jenjang perguruan tinggi.

“Masjid ini termasuk salah satu masjid tertua di Yogyakarta, sehingga keberadaan masjid ini menjadikan seseorang ingin ikut merasakan bagaimana suasana didalamnya. Masjid ini dulunya juga kental dengan celupan Muhammadiyah, sehingga keberadaannya memang menjadi daya tarik dan tradisi inilah yang kemudian memberikan kemajuan masjid ini,” katanya.

Selain itu, di sebelah utara pengimaman terdapat mimbar kayu yang diukir dengan warna emas, dihiasi kaligrafi yang indah yang digunakan sebagai mimbar ketika sholat. Dan disebelah selatan terdapat maksura yang terbuat dari kayu jati yang berukuruan 270 x 220 x 210 dengan lantai setinggi 20 cm dibandingkan lantai di dalam masjid yang digunakan sri sultan ketika menunaikan sholat di Masjid Gedhe Kauman.

Dan terdapat mihrab yang digunakan tempat untuk berdirinya imam saat sholat berjamaah. Itulah yang menjadi ciri khas dari masjid gedhe kauman yang hingga sekarang masih dilestarikan (Victorio Firsta).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....