Membaca Buku Fisik Tetap Jadi Kebutuhan di Era Digital
- 25 Jul 2026 20:39 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Era digital digital membuat Gen Z lebih senang mengakses informasi di gawai. Baik melalui medsos, video pendek, siniar, buku elektronik, hingga AI.
Namun, di tengah kemudahan tersebut, kebiasaan membaca buku secara utuh dan mendalam tetap perlu dijaga. Agar kemampuan berpikir kritis, konsentrasi, dan kreativitas tidak semakin tergerus oleh konsumsi informasi serba singkat.
Kepala Perpustakaan UMY, Novy Diana Fauzie melihat perubahan akses media dan cara Gen Z dalam memperoleh informasi. Sebab saat ini memang zamannya serba digital, dan mereka bisa belajar melalui perangkat teknologi yang dimiliki.
”Orang lebih mudah belajar melalui ponsel karena aksesnya cepat, visualnya menarik,” katanya, Sabtu, 25 Juli 2026. ”Dan algoritma membuat kita semakin betah mengonsumsi konten, jadi bukan semata-mata anak muda malas membaca.”
| Baca juga: Ini Tiga Syarat Majukan Peradaban Islam |
Menurut Novy, media digital memberi berbagai kemudahan untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Siniar, kelas daring, media sosial, dan buku elektronik memungkinkan siapa pun bisa belajar, tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan, berupa pola konsumsi informasi yang serba cepat. Seseorang yang terbiasa mengonsumsi konten digital singkat, akan lebih mudah berpindah dari satu informasi ke informasi lainnya.
”Kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kemampuan untuk mempertahankan konsentrasi dan memahami suatu persoalan secara mendalam,” ujarnya. ”Kalau membaca buku fisik, kita bisa berfokus selama satu atau dua jam pada satu topik, sehingga pemahamannya lebih mendalam.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....