Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat meski Rupiah Melemah, ini penjelasannya
- 04 Jul 2026 13:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah mengklaim kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, meski terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ekonom UMY Dyah Titis Kusuma Wardani, menjelaskan tentang hal ini.
Menurut Dyah, pelemahan nilai tukar rupiah tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator, untuk menilai kekuatan fundamental ekonomi nasional. Sebab, pergerakan nilai tukar dipengaruhi oleh kombinasi faktor domestik dan global.
Sehingga, meski berbagai indikator ekonomi Indonesia masih menunjukkan kondisi relatif baik, rupiah tetap dapat mengalami pelemahan. Terutama dipicu dinamika ekonomi internasional maupun perubahan persepsi investor.
Tekanan terhadap rupiah saat ini, lebih banyak dipicu penguatan dolar Amerika Serikat. Kemudian ketidakpastian arah suku bunga global, arus keluar modal (capital outflow), serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan fiskal dan stabilitas kebijakan di dalam negeri.
Faktor-faktor tersebut membuat nilai tukar menjadi sangat sensitif terhadap sentimen pasar meskipun kondisi ekonomi domestik relatif stabil. ”Jadi, fundamental yang relatif kuat tidak membuat rupiah kebal terhadap gejolak global,” katanya.
Meski faktor eksternal berpengaruh besar, Dyah menilai kondisi domestik tetap memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Kuncinya pada kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah, kondisi fiskal yang sehat.
”Serta ketahanan sektor eksternal jadi penopang utama muncul tekanan dari luar negeri terhadap perekonomian,” katanya. ”Pemerintah menilai kondisi fundamental berdasarkan berbagai indikator makroekonomi, bukan hanya dari pergerakan nilai tukar.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....