Indonesia Butuh Roadmap Pendidikan Jangka Panjang
- 11 Jul 2026 16:32 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan, Indonesia butuh roadmap pendidikan jangka panjang. Namun dengan orientasi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
”Bukan sekadar kebijakan yang berganti mengikuti siklus pemerintahan,” katanya secara tertulis, Sabtu, 11 Juli 2026. ”Pendidikan tidak boleh dipandang sebagai instrumen kekuasaan ataupun kepentingan finansial semata.”
Menurut Haedar, pendidikan menjadi salah satu sektor paling kompleks dalam kehidupan berbangsa. Dan hingga kini, Indonesia belum punya strategi jangka panjang untuk menjaga kesinambungan pembangunan pendidikan lintas pemerintahan.
Yang terjadi saat ini, pergantian rezim pemerintahan bahkan sejak pasca kemerdekaan, sering kali diikuti perubahan arah kebijakan. Sehingga pembangunan pendidikan nasional, lebih banyak didominasi program-program jangka pendek.
”Kita belum memiliki strategi jangka panjang mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai ultimate goal pendidikan,” ucapnya. ”Yang sering terjadi adalah kebijakan-kebijakan praktis pada setiap periode pemerintahan.”
Haedar yang juga Guru Besar UMY itu juga menilai, visi Indonesia Emas 2045 perlu terus diarahkan agar tetap berpijak pada amanat konstitusi. Bukan sekadar menjadi agenda politik praktis yang berganti setiap lima tahun.
Negara punya kewajiban konstitusional untuk menyelenggarakan pendidikan bagi seluruh warga negara. Namun, ketika negara belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan tersebut, lembaga pendidikan swasta hadir sebagai mitra strategis negara, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....