Ini Ruang Aman Hadapi Krisis Mental Remaja di Sekolah
- 19 Apr 2026 07:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dosen UMY, Talqis Nurdianto menegaskan, guru Bimbingan dan Konseling (BK) memegang peran yang tidak tergantikan. Terutama saat menghadapi krisis kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah.
Talqis mengibaratkan guru BK sebagai tenda, untuk menggambarkan posisi ideal mereka dalam ekosistem pendidikan. Menurutnya, guru BK seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa untuk berteduh, berdamai, dan mencurahkan isi hati.
”Ruang BK harus menjadi ruang yang jernih,” katanya, Jumat, 17 April 2026. ”Tempat siswa merasa aman untuk bercerita tanpa takut rahasianya tersebar.”
Talqis mengaitkan urgensi peran guru BK dengan fenomena yang marak di kalangan Generasi Z. Ia menyoroti kecenderungan remaja yang mudah melabeli kondisi emosional sebagai gangguan kesehatan mental.
”Termasuk dalam situasi yang sebenarnya merupakan bagian dari proses perkembangan diri,” ucapnya. ”Tugas guru BK membantu siswa menemukan jati diri mereka, agar tidak hilang dalam arus informasi dan konten di media sosial.”
Saat ini menurut Talqis, pendampingan terhadap remaja tidak lagi efektif menggunakan pendekatan otoritatif. Sebaliknya, butuh pendekatan emosional dan empatik agar siswa lebih terbuka serta mampu menerima arahan dengan baik.
Ia juga mengingatkan, agar Guru BK menjaga kesehatan fisik dan mental. Sebab, jika guru mengalami kelelahan atau mengabaikan keseimbangan hidup, tidak akan mampu memberikan pendampingan optimal kepada siswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....