Pakar UMY Ingatkan Masyarakat Tidak Terpancing Isu Soal BBM
- 03 Jul 2026 12:48 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Dinamika pasar energi global, hingga saat ini penuh ketidakpastian. Ekonom UMY Dyah Titik Kusuma Wardani menghimbau masyarakat, agar tidak mudah terpancing isu apapun tentang harga BBM.
”Yang penting kita tetap bijak saat menggunakan BBM,” ujarnya melalui pernyataan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026. ”Pilihan terbaiknya ya tetap efisien dalam penggunaan BBM, dan usahakan jangan panik menyikapi perkembangan.”
| Baca juga: Kebijakan Energi Nasional Harus Dievaluasi |
Sedangkan bagi para pelaku usaha yang bergantung pada energi dan logistik, perlu memperkuat strategi untuk memitigasi risiko. Yaitu melalui efisiensi operasional, pengelolaan arus kas, serta evaluasi kontrak bisnis.
”Sehingga, tetap mampu beradaptasi terhadap potensi perubahan harga energi,” katanya. ”Sebab, ketergantungan terhadap energi minyak masih sangat tinggi.”
| Baca juga: Pakar UMY Soroti Viralnya Lagu MBG |
Dyah menyebut, stabilitas harga energi berperan penting menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menyehatkan iklim usaha. Menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali, menjadi salah satu kunci menjaga pertumbuhan ekonomi.
Stabilitas harga energi merupakan prasyarat penting bagi terjaganya daya beli masyarakat, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi. Maka, baik masyarakat maupun pelaku usaha perlu melihat perkembangan ini secara rasional.
Selain perkembangan di Timur Tengah, Dyah menilai sejumlah faktor lain juga sangat menentukan arah harga BBM di Indonesia. Seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kebijakan produksi negara-negara anggota OPEC+.
”Kemudian faktor biaya logistik, juga margin distribusi di dalam negeri,” katanya. ”Hingga kemampuan fiskal pemerintah dalam mempertahankan subsidi energi.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....