Hijrah Digital di Tahun Baru Islam

  • 27 Jun 2026 15:34 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, masyarakat Muslim perlu memaknai hijrah tidak hanya dalam kehidupan nyata. Tetapi juga harus melakukan hijrah, dalam aktivitas di ruang digital.

Dosen Ilmu Komunikasi UMY, Aly Aulia menilai, semangat hijrah yang diwariskan Nabi Muhammad SAW sangat relevan, untuk menjawab tantangan generasi muda di era medsos. Sebab, hijrah pada hakekatnya proses perubahan menuju kebaikan.

Dalam konteks digital, hijrah tidak selalu berarti meninggalkan media sosial. Tetapi mengubah cara memanfaatkannya agar lebih bernilai dan bermanfaat, atau mentransformasikan nilai dan perilaku dalam ruang virtual.

”Jika sebelumnya medsos untuk menyebarkan hal yang kurang bermanfaat, maka kini diarahkan kepada kebaikan,” ucapnya, Sabtu, 27 Juni 2026. ”Menjadi sarana berbagi ilmu, inspirasi, dakwah, silaturahmi, hingga pengembangan diri.”

Di tengah tingginya penggunaan medsos, Aly menyoroti fenomena kecanduan digital dan Fear of Missing Out (FOMO). Selain berdampak pada kesehatan mental, kondisi ini juga mempengaruhi kehidupan spiritual seseorang.

”Kecanduan media sosial dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran diri, juga lalai dari ibadah,” ujarnya. ”Dan terjebak dalam budaya perbandingan sosial yang memicu rasa iri, cemas, maupun rendah diri.”

Ia menambahkan, banjir informasi yang terjadi terus-menerus, membuat generasi muda rentan mengalami information overload. Sehingga, kemampuan berpikir kritis, refleksi diri, dan komunikasi interpersonal dapat menurun.

”Karena perhatian selalu terpecah oleh berbagai notifikasi dan konten digital,” katanya. ”Maka, digital detox (rehat sejenak) dari medsos, menjadi kebutuhan yang penting.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....