Kebijakan Energi Nasional Harus Dievaluasi
- 11 Jun 2026 14:22 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pakar Ilmu Pemerintahan UMY, Profesor Zuly Qodir mendesak pemerintah, agar segera mengevaluasi kebijakan energi nasional. Desakan itu menanggapi langkah pemerintah, yang menaikkan harga Pertamax.
Meski penyesuaian harga Pertamax punya dasar yang dapat dipahami, yaitu akibat gejolak harga minyak dunia, namun hal itu perlu diimbangi hal lain. Yaitu perlu ada perlindungan sosial, bagi masyarakat yang terdampak kenaikan harga Pertamax.
”Bagi Pertamina dan pemerintah, kenaikan harga BBM sering kali dijelaskan sebagai konsekuensi penyesuaian terhadap harga pasar dunia,” katanya, Kamis, 11 Juni 2026. ”Namun dampaknya tetap dirasakan masyarakat.”
Zuly juga khawatir, jika nanti Pertalite juga mengalami kenaikan harga, yang berdampak pada semakin memberatkan beban ekonomi masyarakat. Namun yang menjadi persoalan, bukan pada besarnya kenaikan harga BBM.
Melainkan pada ketidakseimbangan antara peningkatan biaya hidup dan kondisi pendapatan masyarakat. Sebab hingga kini, kesejahteraan masyarakat tidak naik secara signifikan.
Zuly menilai kenaikan harga BBM tanpa diimbangi peningkatan pendapatan atau kompensasi sosial, sangat berpotensi memicu efek berantai. Terutama terhadap berbagai kebutuhan rumah tangga pada kelompok menengah ke bawah.
”Kenaikan biaya transportasi dan distribusi, misalnya, berdampak pada harga bahan pokok dan kebutuhan harian lainnya,” ujarnya. ”Maka, skema subsidi BBM yang tepat sasaran, harus dikaji kembali.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....