Pakar UMY Soroti Viralnya Lagu MBG

  • 07 Jun 2026 22:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Lagu MBG (Mas Bahlil Ganteng) yang viral di media sosial, kini justru menjadi penguat citra tokoh publik. Padahal awalnya, lagu tersebut dipahami sebagai bentuk sarkasme warganet terhadap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Pakar Ilmu Komunikasi UMY Fajar Junaedi melihat, kerja algoritma yang justru merubah fungsi lagu tersebut, dari sindiran menjadi penguat citra seorang Bahlil Lahadalia. Ketika sebuah sindiran terus diulang dan dikonsumsi secara massal, makna kritis yang terkandung di dalamnya dapat mengalami pergeseran.

”Yang semula tajam berubah menjadi hiburan,” katanya melalui pernyataan tertulis, Minggu, 7 Juni 2026. ”Lagu itu tidak hanya digunakan sebagai media kritik, tetapi juga berkembang menjadi sound populer untuk video hiburan.”

Ia menjelaskan, algoritma media sosial pada dasarnya tidak membedakan apakah suatu konten dibuat sebagai kritik, dukungan, maupun lelucon. Sistem hanya membaca tingkat interaksi pengguna, seperti jumlah tayangan, komentar, pembagian ulang, hingga durasi tontonan.

“Semakin tinggi engagement konten, semakin besar peluangnya untuk didistribusikan kepada lebih banyak pengguna,” katanya. ”Algoritma tidak peduli niat awal pembuatnya.”

Fajar juga melihat, bahwa lagu MBG justru berpotensi memperkuat personal branding Bahlil. Konten yang awalnya lahir dari ruang kritik publik berubah menjadi eksposur positif, karena terus beredar dan semakin dikenal masyarakat luas.

Fenomena ini menunjukkan ironi komunikasi digital masa kini, yaitu kritik yang direproduksi secara berlebihan berpotensi kehilangan daya gugatnya. Namun justru menciptakan efek meningkatkan popularitas pihak yang menjadi sasaran kritik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....