Guru Besar UMY Sebut Parpol Hadapi Krisis Serius
- 19 Apr 2026 12:49 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sistem kepartaian global, termasuk di Indonesia, sedang menghadapi krisis serius yang dikenal sebagai fenomena dis(mal)fungsi. Kondisi ini menggabungkan gejala disfungsi dan malfungsi.
Guru Besar Ilmu Politik UMY Profesor Ridho Al Hamdi menyebut fenomena dis(mal) fungsi yaitu, ketika partai politik tidak lagi mampu menjalankan peran utamanya secara optimal bagi publik. Dalam hal ini, parpol tetap berperan.
”Namun, dalam kondisi tertentu partai politik justru gagal memenuhi harapan masyarakat,” katanya melalui pernyataan tertulis, Jumat 17 April 2026.
Menurut Profesor Ridho, krisis tersebut bagian dari tren kemunduran demokrasi global, khususnya di kawasan Selatan. Berdasarkan laporan Freedom House 2025, banyak negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin memiliki kualitas demokrasi yang lemah.
Data menunjukkan bahwa 37,58 persen negara di kawasan tersebut masuk kategori tidak demokratis. Sementara itu, hanya 1,88 persen negara yang tergolong demokrasi penuh.
Jumlah negara demokratis di dunia, terpantau menurun drastis. Pada tahun 2005 terdapat 83 negara demokrasi, namun menyusut menjadi hanya 34 negara pada 2024.
”Ini menunjukkan adanya krisis sistemik dalam praktik demokrasi modern secara global,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....