Pembatasan Medsos pada Anak, Pakar UMY Ingatkan Ini

  • 20 Mar 2026 00:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pakar Komunikasi UMY Filosa Gita Sukmono mengapresiasi langkah pemerintah, yang membatasi penggunaan media sosial bagi anak. Namun, ia juga meminta kebijakan tersebut agar dikaji ulang dengan lebih cermat.

”Agar tidak menutup peluang pemanfaatan media sosial untuk sarana pembelajaran anak,” katanya, Kamis, 20 Maret 2026. ”Di satu sisi, kebijakan ini memang untuk melindungi anak-anak, dari dampak negatif dunia digital.”

Menurut Filosa, anak-anak memang masih rentan terhadap paparan konten yang tidak sesuai usia. Kemudian konten digital yang menampilkan konten kekerasan, maupun tekanan psikologis hasil interaksi di media sosial.

Filosa sepakat terkait latar belakang munculnya wacana kebijakan tersebut, akibat meningkatnya berbagai persoalan yang dialami anak dan remaja di ruang digital. Dari fenomena seperti cyberbullying dan penyebaran informasi palsu.

”Hingga ketergantungan anak-anak terhadap penggunaan gawai menjadi perhatian serius,” katanya. ”Karena jika tidak terkontrol, penggunaan gawai dapat memengaruhi perkembangan psikologis pada anak-anak.”

Sebab pada usia tertentu, anak belum sepenuhnya siap menghadapi berbagai konten yang beredar di media sosial. Sehingga, pemerintah perlu mempertimbangkan langkah-langkah yang mampu menciptakan keamanan ruang digital.

Dari perspektif komunikasi, media sosial telah membawa perubahan besar terhadap pola interaksi sosial anak. Kehadiran platform digital memungkinkan anak berkomunikasi secara luas dan instan, dengan orang-orang yang berada jauh dari lingkungan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....