Kebakaran Hutan Kalimantan Makin Luas, ini kata Pakar UMY
- 27 Agt 2026 22:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Meluasnya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan, tidak lepas dari fenomena El Nino yang memperparah kekeringan. Namun, Pakar Kebijakan Lingkungan UMY Rijal Ramdani juga melihat pengaruh aktivitas manusia.
”Sehingga muncul titik-titik api yang membuat kebakaran menjadi lebih luas,” ucapnya, Kamis, 27 Agustus 2026. ”Salah satunya adalah, aktivitas pembukaan lahan untuk berkebun atau bercocok tanam menggunakan metode pembakaran.”
Sebetulnya, jika tidak ada El Niño, praktik membakar hutan dan lahan untuk bercocok tanam bisa dikendalikan. Tetapi, karena kondisi kering dan angin kencang, maka titik api yang kemudian membesar menjadi sangat sulit dikendalikan.
Kementerian Lingkungan Hidup juga menyebut berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kebakaran hutan dan lahan bukan merupakan bencana alam murni. Penyebabnya banyak berkaitan dengan aktivitas manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian.
Selain pembukaan lahan, Rijal juga menyoroti sejumlah aktivitas sehari-hari, yang tanpa disadari sangat berpotensi menjadi sumber api. Di antaranya adalah pencarian madu hutan, yang menggunakan asap untuk mengusir lebah.
”Serta aktivitas di kawasan hutan yang meninggalkan api tanpa dipadamkan sepenuhnya,” ujarnya. ”Kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan juga perlu diwaspadai, terutama di kawasan gambut yang mengering.”
Karakteristik lahan gambut, membuat risiko kebakaran hutan menjadi semakin besar. Ketika kehilangan kelembapan, gambut dapat menjadi bahan bakar yang mudah terbakar, sehingga api sangat mudah merambat hingga ke bawah permukaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....