Memaknai Mengawal Warisan di Usia 96 Tahun PSIM Yogyakarta

  • 10 Sep 2025 22:45 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan menyelimuti perayaan Hari Ulang Tahun ke-96 PSIM pada pekan lalu. Manajemen, tim pelatih, dan para pemain berkumpul di Wisma PSIM, Jumat (5/9/2025) siang, sekitar pukul 13.00 WIB untuk menggelar acara potong tumpeng dan doa bersama. Hal itu ditujukan sebagai puncak rasa syukur atas usia baru klub kebanggaan masyarakat Yogyakarta ini.

Dalam sambutannya, Panpel Pertandingan PSIM Wendy Umar Seno Aji, yang mewakili Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim. Menurutnya, pencapaian luar biasa yang diraih Laskar Mataram hingga hari ini adalah buah dari kerja keras dan disiplin semua pihak.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua jajaran tim pelatih serta pemain, alhamdulillah sampai dengan hari ini, PSIM luar biasa. Semoga prestasi ini tidak akan berhenti di sini. Kita akan terus melangkah dan maju bersama PSIM,” ujarnya.

Wendy juga menjelaskan makna mendalam di balik tema ulang tahun “Mengawal Warisan, Menyongsong Kejayaan”. Ia menegaskan bahwa PSIM memiliki tanggung jawab historis sebagai salah satu dari tujuh klub pendiri PSSI.

“Disebutkan mengawal warisan karena PSIM ini adalah satu dari tujuh pendiri PSSI. Sembilan puluh enam tahun usia kita, alhamdulillah akhirnya salah satu pendiri PSSI ini bisa bergabung di kasta tertinggi,” kata dia.

Sinergi demi nama besar PSIM

Salah satu wujud nyata dari kedewasaan klub dan suporternya adalah keputusan untuk meniadakan perayaan tahunan di Tugu Pal Putih atau Tugu Yogyakarta. Wendy menjelaskan, keputusan ini diambil melalui sinergi dan koordinasi erat antara manajemen, kelompok suporter Brajamusti dan The Maident, serta pihak kepolisian demi menjaga kondusivitas Kota Yogyakarta.

Ia menceritakan bagaimana manajemen dan panitia pelaksana turut membantu aparat keamanan hingga dini hari untuk mengimbau suporter agar tidak berkumpul. Langkah ini diambil demi kebaikan bersama, terutama untuk menjaga kelancaran perizinan laga kandang PSIM ke depannya.

Alhamdulillah berkat dukungan dari Brajamusti dan The Maident, teman-teman manajemen dan panitia pelaksana, tadi malam kita sampai pukul 02:00 pagi di sana, kita bantu kepolisian untuk kita rekayasa lalu lintas dan kita imbau teman-teman suporter untuk tidak datang karena ini nanti dampaknya kepada perizinan keamanan laga kandang,” ucapnya, menjelaskan.

Sementara itu, Rendra Teddy, yang mewakili para pemain, menyuarakan harapan kolektif tim. “Semoga harapan kami semua, PSIM semakin kompak dan solid, serta sukses selalu. Semoga apa yang kita banggakan untuk masyarakat Jogja bisa tercapai,” kata dia. (ros/atang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....