PSS Tak Boleh Terlena Lewati Usia Setengah Abad

  • 26 Mei 2026 21:51 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kiprah klub PSS tahun ini memasuki usia 50 tahun sejak didirikan pada Kamis Kliwon, 20 Mei 1976. Di usia setengah abad, banyak cerita jatuh bangunnya klub kebanggaan warga Sleman tersebut.

Perjalanan panjang tersebut tak lepas dari berbagai dinamika dan persoalan sepak bola yang terus berubah mengikuti perkembangan zaman, serta menjadi bagian yang melekat dalam sejarah PSS.

Berbagai pencapaian yang telah diraih PSS hingga saat ini tidak diperoleh dengan mudah. Dibutuhkan berbagai upaya yang berkelanjutan untuk mencapainya, mulai dari perubahan di aspek teknis seperti pergantian pemain dan tim pelatih, hingga aspek non-teknis seperti perubahan dalam pengelolaan tim.

Sejalan dengan perjalanan panjang tersebut, Bupati Sleman, Harda Kiswaya menegaskan bahwa usia 50 tahun PSS selalu beriringan dengan dinamika yang terjadi di dunia sepak bola, yang menuntut klub untuk terus beradaptasi, berbenah, dan meningkatkan kualitas di berbagai aspek.

“Sehingga, usia 50 tahun ini menjadi pengingat bahwa perjalanan PSS telah berlangsung panjang. Berbagai dinamika dan permasalahan yang terjadi menjadi cambuk bagi kita untuk semakin berbenah dan mengelola klub ini dengan lebih baik dan benar,” ucap Harda, Jumat, 22 Mei pekan lalu.

Memasuki usia 50 tahun, perjalanan sebuah klub sepak bola tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai puncak kesempurnaan atau capaian yang telah sepenuhnya mapan. Kondisi ini menegaskan bahwa dunia sepak bola selalu bergerak dinamis, sehingga setiap pencapaian harus dipahami sebagai bagian dari proses panjang yang menuntut evaluasi, adaptasi, serta perbaikan berkelanjutan.

“Usia 50 tahun dalam konteks prestasi tidak bisa dimaknai sebagai capaian yang langsung sempurna atau serba mampu. Dalam sepak bola, terdapat berbagai permasalahan dan dinamika yang selalu menyertai, sehingga hal tersebut harus dipahami sebagai realitas yang tidak bisa dihindari dan perlu disikapi dengan kesadaran serta proses perbaikan yang berkelanjutan,” kata Bupati Sleman.

Tata kelola yang baik serta kebersamaan yang solid akan menjadi fondasi lahirnya prestasi secara berkelanjutan. Sinergi antara penggemar, pengurus, dan pemain menjadi kunci untuk mewujudkan visi bersama, membawa PSS ke arah yang lebih baik dengan semangat satu hati, satu pikiran, dan satu tujuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....