Sabet Gelar Top Scorer, Insting Tajam Hasna Bawa Tim Raih Juara

  • 02 Jun 2026 07:43 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo - Bibit-bibit muda berbakat sepak bola putri Kabupaten Kulon Progo sukses menunjukkan kemampuan ya di Festival Sepak Bola Putri SD/MI Antara Kapanewon Se-Kabupaten Kulon Progo "Putri Binangun Cup 2026". Salah satunya Khalifa Nada Khasna, pemain Tim Wates A, yang menyabet gelar Top Scorer (Pencetak Gol Terbanyak).

Atlit berusia 12 tahun ini berhasil mencetak total 11 gol dalam festival yang digelar selama dua hari, 30 dan 31 Mei 2026. Bermain di Stadion Cangkring, Wates, Kulon Progo, Hasna sudah menunjukkan skill bermainnya dari awal babak pertama.

Kecintaan Hasna pada sepak bola sudah dimulai dari usia enam tahun. Menurutnya, sepak bola dalah olahraga paling keren. Bagi Hasna, lapangan hijau bukan hanya tempat melatih skill menendang bola melainkan ruang untuk memupuk solidaritas, kerja sama, menghargai orang lain, dan mempercayai teman satu tim.

"Aku milih (sepak) bola karena menurutku (sepak) bola itu olahraga terkeren," ujar Hasna.

Prestasi Hasna tak lepas dari kegigihannya berlatih. Tak hanya porsi latihan bersama pelatih dan rekan satu timnya dua kali seminggu, Hasna juga gigih berlatih di rumah bersama sang dik yang juga pemain bola dibawah bimbingan orang tuanya.

Ketajaman Hasna dibuktikan lewat torehan gol indah menggunakan kaki kiri dari luar kotak penalti saat menghadapi tim tangguh Temon di babak grup. Ia juga mencetak gol spektakuler lewat eksekusi tendangan bebas di laga final serta tendangan langsung dari titik kick-off tengah lapangan.

Aksi Hasna di lapangan hijau. (Foto: Tim Dokumentasi Putri Binangun Cup 2026/Doni)

Dalam mengembangkan gaya permainannya, Hasna sangat mengidolakan gelandang cerdas Thom Haye yang dijuluki "The Professor" di tingkat nasional. Sedangkan di kancah internasional, ia meniru ketajaman Jude Bellingham yang memiliki insting gol sangat pintar dan taktis.

Kunci keberhasilan Hasna di lapangan dengan menjaga konsentrasi di lapangan, membangun komunikasi yang intensif serta rutin melakukan pemantauan posisi kawan dan lawan. Arahan pelatih agar berani melakukan tembakan jarak jauh juga menjadi faktor penting yang melipat gandakan pundi-pundi golnya.

"Pelatih sering memperingati agar aku berani shooting jarak jauh. Teman-teman juga kompak, siapa yang ruangnya terbuka bakal dioper untuk menambah gol ke awang lawan," ujar Hasna.

Kompak secara kolektif, timnya selalu menerapkan strategi operan cepat kepada pemain yang berada di posisi paling terbuka dan aman. Kerja sama taktis inilah yang mempermudah Hasna membobol pertahanan lawan sekaligus membawa timnya, Tim Wates A, meraih juara pertama di festival ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....