Lahan Sawah Menyusut, Petani di Sleman Didorong Tingkatkan Produktivitas

  • 06 Okt 2026 18:07 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman mencatat terjadi penyusutan lahan pertanian dari tahun ke tahun. Sekretaris DP3 Sleman Rofiq Andriyanto menjelaskan pada 2021 lahan sawah di Sleman mencapai 18.500 hektar.

Sedangkan, pada tahun lalu menyusut sekitar 16.100 hektar dan pada tahun ini lahan sawah tinggal tersisa 15.976 hektar.

Menurut Rofiq penyusutan lahan pertanian ini diantaranya merupakan imbas dari pembangunan jalan tol. Kondisi ini menjadikan banyak warga terdampak tol membangun rumah di lahan sawah.

Dia mengatakan pada awal pendataan, pengurangan lahan pertanian di Sleman imbas pembangunan tol hanya mencapai 600 hektar. Namun, Rofiq mengatakan jumlah penyusutan lahan pertanian terus bertambah.

Berkaca dari kondisi tersebut, Rofiq mendorong para petani untuk meningkatkan produktivitas. Diantaranya dengan meningkatkan populasi tanaman padi yang semula 16 ribu-17 ribu rumpun perhektar menjadi 25 ribu-26 ribu rumpun perhektar.

“Jarak tanamnya 3 cm ke depan, 15 cm ke sisi kiri kanan. Sehingga dengan jumlah populasi tanaman yang bertambah, produksi juga akan meningkat,” kata Rofiq saat ditemui, Selasa, 6 Oktober 2026.

Rofiq menambahkan saat ini produktivitas lahan pertanian di Sleman mencapai 6 - 6,5 ton perhektar. Lalu, jumlah ini ditargetkan bisa meningkat hingga 9 ton perhektar.

Sementara Rofiq menuturkan jumlah produksi beras di Sleman pada tahun lalu mencapai 212.000 ton gabah kering giling atau setara dengan 133.560 ton beras. Sedangkan, jumlah konsumsi beras mencapai 78.000-85.000 ton.

Jumlah ini berdasar pada perhitungan angka konsumsi beras di Sleman yang mencapai 60-63 kg perkapita pertahun dikalikan 1,3 juta penduduk di Kabupaten Sleman. Dengan demikian, masih terdapat surplus sebesar 55.560 ton beras.

Ada berbagai cara ditempuh oleh DP3 Sleman dalam rangka meningkatkan produktivitas lahan sawah. Utamanya di tengah musim kemarau panjang seperti saat ini.

Rofiq mengatakan pihaknya turut membangun 14 unit irigasi perpompaan dengan kedalaman 30 meter. Lalu, ada pula rehabilitasi 32 unit jaringan irigasi.

Pada tahun ini DP3 Sleman juga turut menyerahkan 110 unit alat mesin pertanian melalui APBD dan APBN. Terdekat, sebanyak 33 unit alat mesin pertanian akan kembali diserahkan pada 21 Oktober 2026.

Di sisi lain, DP3 juga menganjurkan petani untuk memilih tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Untuk tanaman padi, petani diarahkan untuk menanam padi varietas genjah.

“Untuk memitigasi, sebenarnya kami sudah sejak bulan Juni kemarin menyampaikan. Kalau memang ketersediaan airnya itu terbatas, jangan memaksakan untuk budidaya komoditas pertanian yang menghendaki kebutuhan air yang banyak. Berlalilah ke kacang tanah, jagung dan palawija yang lain,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....