Cerita Warga Moyudan Alami Kekeringan, Andalkan Droping Air Dua Hari Sekali

  • 21 Sep 2026 19:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Sudah sejak Agustus 2026 warga Padukuhan Jitar Ngemplak, Moyudan, Sleman mendapatkan droping air bersih dari BPBD Sleman dan berbagai instansi lainnya. Droping air ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari berkurangnya debit air milik sumur warga selama masa kemarau panjang ini.

Hartati menjadi salah satu warga yang turut memanfaatkan air bersih bantuan dari BPBD. Hampir setiap dua hari hingga tiga hari sekali dia bersama warga lainnya mengambil air bersih yang ditampung di hidran umum (HU) menggunakan galon.

Warga RT 01 RW 13 Padukuhan Jitar Ngemplak ini menyebut baru kali ini droping air dilakukan di wilayahnya. Selain karena sumber air yang menyusut, mesin PAMDUS di wilayahnya rusak sejak sebulan terakhir. Hal ini menyebabkan air terkadang sama sekali tidak mengalir.

“Kalau yang tahun-tahun sebelumnya itu karena sudah ada PAMDUS, walaupun musim kering tetap tidak perlu di dropping air. Kalau ini kan mungkin karena masanya terlalu panjang terus kebetulan juga pompanya minta diganti ya itu jadi sampai harus di dropping air,” kata Hartati ditemui saat mengambil air bersih di HU Padukuhan Jitar Ngemplak, Senin, 21 September 2026.

Hartati mengaku berbagai aktivitas sehari-hari terhambat karena berkurangnya sumber air. Utamanya untuk warga dengan aktivitas pagi yang padat seperti pekerja kantoran ataupun anak sekolah. Untuk itu, Hartati mengaku sangat terbantu dengan pemberian bantuan air bersih dari BPBD Sleman.

“Ada yang memanfaatkan untuk masak, mencuci, ada juga yang untuk mandi. Kami sangat berterima kasih kepada pihak pemerintah yang telah dengan suka hati memberikan bantuan karena memang ini sangat diperlukan untuk keluarga-keluarga di sini,” ucapnya.

Sementara, warga lainnya Suryanti mengaku bantuan air bersih ini hanya dimanfaatkan untuk memasak dan mandi. Urusan pakaian kotor dia memilih menggunakan jasa laundry. Usai air bersih diambil dari tampungan menggunakan galon, air perlu didiamkan beberapa jam sebelum digunakan.

Biasanya, air diambil pada siang hingga sore hari. Lalu air didiamkan hingga esok pagi agar siap digunakan. Sebelum mendapatkan bantuan air bersih, Suryanti terpaksa membeli air isi ulang untuk keperluan mandi, mencuci, dan memasak.

“Galon isi ulang harga Rp 4.000 sampai Rp 5.000 satu galon. Kemarin kalau belum ada ini (droping air) saya ngambilnya 2 galon, 3 galon, paling tidak Rp 15.000 kan. Beli 3 hari sekali, dihemat-hemat,” kata warga RT 05 RW 14 Padukuhan Jitar Ngemplak ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....