Kemarau Panjang, Pertanian Bantul Belum Alami Gagal Panen
- 01 Okt 2026 16:32 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bantul belum memiliki dampak signifikan terhadap sektor pertanian. Hingga kini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul belum menerima laporan terkait adanya kegagalan panen.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo menyatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah lahan pertanian di wilayah Bumi Projotamansari. Ia pun memastikan bahwa belum ada area persawahan yang mengalami gagal panen pada kemarau tahun ini.
“Sejatinya ada dampaknya (kemarau) memang ada, tetapi sampai sekarang belum ada laporan dari petani untuk gagal panen. Kami juga sudah berkeliling dan tidak menemukan adanya lahan yang gagal panen,” ucapnya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari antisipasi yang telah dilakukan oleh petani sejak jauh-jauh hari. Selain itu, DKPP Bantul juga sudah mendorong para petani untuk menanam komoditas yang dapat bertahan dengan kondisi kekeringan.
“Kami sudah memberikan sosialisasi sejak bulan April, Mei, dan Juni bahwa akan terjadi kemarau panjang. Jadi petani sudah mengantisipasinya dengan mengganti dengan tanaman yang lain,” ujarnya.
Secara rinci Joko menyebut, petani di wilayah minim pasokan air menerapkan strategi penanaman palawija. Sementara di wilayah lainnya, petani memilih varietas atau tanaman dengan umur panen lebih pendek.
“Kalau daerah itu tidak ada sumber air, mereka menanam palawija. Kalau tetap menanam padi, tentu mencari yang umurnya pendek. Jadi saat terjadi kemarau panjang, mereka sudah panen,” katanya.
Di sisi lain, Joko menyebut ketersediaan air di sektor pertanian terbilang masih mencukupi. Sebab, kondisi sejumlah sungai yang melintas di Bantul masih relatif mendukung.
“Alhamdulillah di Bantul ada enam sungai yang melintas. Di antaranya ada Sungai Opak, Oyo, Progo, Code yang masih mengalir semuanya,” ucapnya menambahkan.
Joko menambahkan, pasokan air juga didukung adanya bantuan saluran irigasi. Total sudah ada 21 titik yang sudah berfungsi dan mengalirkan air.
“Kita dapat bantuan irigasi sebanyak 21 titik, dan sudah mengalir semua. Insyaallah kita tidak ada kegagalan panen,” kata Joko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....