Wagub DIY Dorong Pendampingan Siswa SMK Magang ke Luar Negeri
- 06 Okt 2026 08:54 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X meminta program magang dan kerja luar negeri bagi siswa serta lulusan SMK disertai pendampingan secara menyeluruh. Pendampingan dinilai penting untuk memastikan keamanan dan perlindungan mereka selama berada di negara tujuan.
Hal tersebut disampaikan Paku Alam X saat menerima kunjungan Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikdasmen RI Arie Wibowo Khurniawan di Gedhong Pareanom Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin, 5 Oktober 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Paku Alam X menekankan bahwa pendampingan tidak hanya berkaitan dengan penempatan pekerjaan. Aspek kesehatan, keselamatan kerja, hingga perlindungan selama menjalani program magang atau bekerja di luar negeri juga perlu menjadi perhatian.
“Pendampingan ini sebagai bentuk tanggung jawab kita juga terhadap mereka. Jadi yang saya inginnya tidak hanya soal mendapat pekerjaan saja, tapi bagaimana jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja mereka selama di sana. Mereka ini juga anak-anak kita,” ucap Sri Paduka.
Menurutnya, proses verifikasi dan validasi calon tenaga kerja perlu diikuti dengan penyaringan terhadap jenis pekerjaan yang ditawarkan. Langkah tersebut diperlukan agar siswa dan lulusan SMK memperoleh pekerjaan yang sesuai serta memiliki perlindungan di negara tujuan.
Selain keterampilan dan kemampuan bahasa, calon peserta magang maupun pekerja luar negeri juga perlu mendapatkan edukasi mengenai legalitas dan aspek perlindungan kerja.
“Karena itu, kami mohon bantuannya, karena apapun yang terjadi, mereka anak kami. Mereka memang membutuhkan pekerjaan, tapi pekerjaan bukan segalanya. Kami sendiri selalu berupaya untuk berhati-hati pada setiap program pengiriman tenaga kerja ke luar negeri seperti ini,” kata Sri Paduka.
2.000 Siswa dan Pekerja akan Dilepas
Sementara itu, Direktur SMK Kemendikdasmen RI Arie Wibowo Khurniawan mengatakan sekitar 2.000 siswa magang dan pekerja luar negeri akan diberangkatkan pada tahun ini.
Pelepasan peserta direncanakan berlangsung pada 29 Oktober 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta sebelum mereka diberangkatkan ke sejumlah negara, di antaranya Jepang, Korea Selatan, Jerman, serta beberapa negara di Eropa Timur dan Timur Tengah.
Arie mengatakan program magang luar negeri umumnya dibentuk melalui sekolah. Pemerintah mendorong satuan pendidikan SMK untuk mengembangkan program tersebut dengan memberikan dukungan berupa subsidi biaya dan pemeriksaan kesehatan.
“Program magang seperti ini biasanya dibentuk oleh sekolah. Dan kami memang mendorong sekolah untuk membuat program-program semacam ini. Kami memberikan bantuan berupa subsidi uang dan tes kesehatan. Pihak sekolah yang melakukan persiapan mulai dari pembekalan skill anak, kursus bahasa dan pengenalan budaya,” ucapnya.
Selain memastikan kesiapan peserta sebelum keberangkatan, Kemendikdasmen juga berupaya menjaga keberlangsungan program magang dan kerja luar negeri tersebut.
Peserta magang juga didorong untuk tetap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sambil bekerja. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan kompetensi dan pendidikan bagi siswa SMK untuk masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....